Festival Pulau Penyengat Berlangsung Meriah
28 Februari 2018
Pembukaan pagelaran Festival Pulau Penyengat (FPP) 2018 berlangsung meriah, dan peresmian kegiatan sendiri diawali dengan pemukulan rebana oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun membuka Festival Pulau Penyengat (FPP) tahun 2018, yang berlangsung di Balai Adat Pulau Penyengat Tanjungpinang, Rabu (14/2) kemarin dan ditutup, Minggu (18/2).

Gubernur yang mengenakan pakaian adat Melayu, membuka festival tersebut sembari mengingatkan masyarakat agar terus menjaga sejarah dan budaya yang ada di Kepri. Kalau sejarah dan budaya yang dimiliki tidak dijaga, maka akan hilang ditelan masa, sebab sejarah dan budaya yang ada saat ini adalah hasil perjuangan para pendahulu yang harus dijaga dan pertahankan.

Nurdin mengungkapkan, Provinsi Kepri banyak memiliki objek wisata bahari yang sangat menakjubkan, seperti Pulau Bawah di Kabupaten Anambas, Kabupaten Natuna yang banyak pulau-pulau, laut yang jernih dengan terumbu karangnya. 

"Ini membuktikan wilayah Kepri tak kalah menakjubkan dengan Raja Ampat, begitu juga Kabupaten Lingga, Karimun, Bintan dan Tanjungpinang yang kaya akan sejarah, budaya, tarian, bahasa, pantun, Gurindam XII, dan magrove, yang bisa kita tampilkan, karena Kepri memang punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan," ungkapnya.

Menurutnya, pariwisata di Provinsi Kepri bisa terus dikembangkan, asalkan di dorong oleh Pemerintah Pusat, seperti daerah lainnya. Ia ingin, Kepri juga bisa mendapat dukungan itu, terutama untuk kebijakan pariwisata dan infrastruktur lainnya, sebagai langkah pemerintah daerah dalam mengembangkan dan meningkatkan pariwisata di Provinsi Kepri.

Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza, mengatakan perhelatan FPP yang ketiga kali ini, menjadi momen sangat berarti, karena bertepatan dengan Hari Jadi Pulau Penyengat yang jatuh pada 14 Februari. Pulau penyengat adalah indentitas kita, akhir dari sebuah tamadun Melayu yang telah mewariskan beragam budaya yang harus dilestarikan. 

"Beragam bentuk kesenian, upacara adat, permainan rakyat, yang masih kekal hingga saat ini, merupakan bukti budaya dan ekspresi masyarakat terhadap warisan yang kita miliki," ungkap Raja.

Dia berpendapat, perhelatan festival pulau Penyengat ini adalah bukti kuatnya orang Melayu dalam mempertahankan budayanya. Event ini juga, merupakan upaya untuk melestarikan adat tradisi, agar sebagai masyarakat yang berbudaya dapat terus dipertahankan.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pariwisata RI Bidang Multikultural, Esthy Reko Astuti mengaku Provinsi Kepri merupakan salah satu daerah ketiga di Indonesia yang terbanyak dikunjungi wisatawan, selain Bali dan Jakarta.

"Ada tiga daerah penyumbang angka kunjungan wisman terbanyak di Indonesia, yaitu Bali, Jakarta, dan Kepri. Untuk itu, Menteri pariwisata sangat konsen dalam pengembangan objek pariwisata di Provinsi Kepri," katanya.

Ia mengutarakan, agar Kepri semakin berkembang dan lebih banyak wisman yang datang, tentu harus ada atraksi dan strategi yang dilakukan untuk menarik wisatawan berkunjung ke Provinsi Kepri, sehingga setiap event harus dikemas secara profesional dan ada inovasi serta kreatifitas yang bisa dikembangkan. 
Festival Pulau Penyengat merupakan salah satu event pilihan yang sudah masuk dalam kalender wisata Kementerian Pariwisata RI, jadi gelaran festival Pulau Penyengat yang diselenggarakan pada 14 hingga 18 Februari ini, sudah ditetapkan menjadi event nasional.

"Mudah-mudahan, dengan masuknya event FPP dalam kalender wisata nasional, target kunjungan wisatawan ke Indonesia bisa tercapai," harapnya.(***)
Penampilan peserta pada Lomba Busana Melayu rangkaian Festival Pulau Penyengat (FPP) 2018.
Salah satu peserta Lomba Lagu Melayu rangkaian Festival Pulau Penyengat (FPP) 2018.
Penampilan pencak silat pada acara pembukaan pagelaran Festival Pulau Penyengat (FPP) 2018.
Para undangan pada acara pembukaan pagelaran Festival Pulau Penyengat (FPP) 2018.
Penjabat Walikota Tanjungpinang Raja Ariza memberikan piagam penghargaan kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Tanjungpinang, Reni Yusneli.
Sambutan Staf Ahli Menteri Pariwisata RI Bidang Multikultural, Esthy Reko Astuti
Sambutan Gubernur Kepri Nurdin Basirun
Sambutan Penjabat Walikota Tanjungpinang Raja Ariza