Izin Gudang Pinang Lestari Terancam Dicabut
26 September 2017
Beras kemasan Bulog di gudang milik Ahui di KM 9 Tanjungpinang. Dalam kasus ini polisi menyita sedikitnya 3 ton beras yang diduga dioplos. Disperindag Provinsi Kepri mengancam mencabut izin gudang jika nantinya terbukti disalahgunakan. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kepri, Burhanudin menegaskan akan mencabut izin gudang Swalayan Pinang Lestari jika nantinya terbukti adanya penyimpangan atau penyalahgunaan.

"Kita akan cabut izin gudangnya kalau ada yang menyalahgunakan izin gudang tersebut," ujar Burhanudin saat meninjau gudang milik Ahui di KM 9 Tanjungpinang, Selasa (26/9/2017). 

Menurut Burhanudin, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014, pengawasan terhadap barang beredar di masyarakat merupakan kewenangan Disperindag. 

"Tapi peregistrasian gudang berada di kabupaten kota di Kepri. Mereka sudah diberikan imbauan. Kasus ini adalah perilaku orangnya, berarti mereka sudah siap diberikan sanksi," ungkapnya.

Burhanuddin mengakui, bahwa pengawasan terhadap gudang dan barang beredar di Kepri memang harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari kelayakan sebuah gudang, bahkan penggunaannya. 

Pada kesempatan sama, Kepala Satuan Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwi Hatmoko Wiraseno menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi. 

Penyidik dalam waktu dekat dia katakan akan memanggil pihak Bulog untuk dimintai keterangan. 

Dalam kasus ini, polisi baru menetapkan satu orang tersangka, yakni Ahui, selaku pemilik gudang sekaligus Swalayan Pinang Lestari yang terletak di KM 9 Tanjungpinang.

"Dua orang yang digudang itu (yang turut diamankan saat digrebek Jumat malam lalu) hanya sebagai saksi. Mereka adalah karyawan yang dibayar dan digaji," ungkap Dwi. 

Dalam kasus ini polisi menyita sekitar 3 ton beras yang dijadikan barang bukti.

"Kasus ini masih kami dalami," tegas Dwi lagi. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua