Jika Terbukti, Bulog Akan Laporkan Pemilik Pinang Lestari
26 September 2017
Beras bulog kemasan ulang berlabel bulog di gudang milik Ahui di Swalayan Pinang Lestari, KM 9 Tanjungpinang, dipasang garis polisi oleh penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang. Bulog mengancam akan melaporkan Ahui jika nantinya terbukti menggunakan label Bulog dari beras yang diduga sengaja dioplos dengan beras merk lain. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kasus dugaan pengoplosan beras disangkakan kepada Ahui, pemiliki Swalayan Pinang Lestari, Tanjungpinang masih bergulir. Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Sub-Divre) Tanjungpinang mengancam akan melaporkan Ahui jika dalam proses penyidikan polisi nantinya dia terbukti menggunakan label Bulog.

Hal ini ditegaskan Kepala Kepala Bulog Sub Divre Tanjungpinang, Jaka Santosa saat meninjau gudang diduga tempat dilakukannya pengoplosan beras milik Ahui di KM 9 Tanjungpinang, Selasa (26/9/2017) siang tadi. Katanya, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan terkait pengoplosan beras berlaber Bulog 5 kg.

"Kami masih menunggu arahan Bulog Pusat. Mungkin akan dilaporkan ke polisi jika terbukti menggunakan label Bulog, karena ini adalah pemalsuan," kata Jaka.

Dia menehaskan jika Bulog memiliki standar operasional dalam hal kualitas serta pengemasan beras. Mulai dari kemasan maupun berat.

"Kalau diluar dari itu, ini artinya penyimpangan," kata dia.

Jaka mengaku jika dalam dua bulan lalu pihaknya menerima pemesanan beras premium dari Ahui. Namun beras yang dipesan tersebut disebut Jaka langsung didistribusikan. 

"Kalau beras komersil kan dijual bebas," ungkapnya.

Namun dalam tiga bulan terakhi Bulog Sub Divre Tanjungpinang telah kehabisan stok.

"Ini arti ada kemungkinan barang itu (Beras) didatangkan dari luar, bukan dari Bulog," tegas Jaka.

Dia menegaskan Bulog akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang sudah membeli beras dari Bulog dan melakukan pengoplosan. 

"Harusnya koordinasi dulu dengan Divre Riau-Kepri. Yang jelas ini tindakan berat. Sanksinya bisa jadi pemutusan hubungan kerja," tegasnya. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua