Pemilik Gudang Swalayan Pinang Lestari Tersangka
24 September 2017
Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardyanto Tedjo Baskoro, didampingi Kasat Reskrim Reskrim AKP Dwi Hatmoko Wiraseno, menunjukkan barang bukti beras diduga dioplos di gudang Swalayan Pinang Lestari, Sabtu malam. (Foto: IST)

INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kepolisian Resor Kota Tanjungpinang menetapkan pemilik Gudang Swalayan Pinang Lestari, Ahui (54), sebagai tersangka pengoplosan beras.

"Setelah melakukan pemeriksaan, Kami telah menetapkan satu tersangka, yakni Ahui yang merupakan pemilik gudang Pinang Lestari. Tersangka langsung ditahan,"' ujar Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardyanto Tedjo Baskoro, Sabtu (23/9/2017) malam.

Ahui dijerat pasal 139 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan jo pasal 2 dan Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 1999 tentang lebel dan iklan pangan dengan ancaman hukuman kurungan penjara selama 5 tahun dan denda Rp 10 milliar. 

"Selain itu tersangka juga dijerat dengan Pasal 62 ayat 1Jo pasal 8 ayat 1 huruf a dan i undang -undang RI Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman kurungan selama 5 tahun dan denda Rp 2 Milliar," tambah Ardyanto.

Ardyanto menerangkan, terungkapnya praktik pengoplosan beras di Gudang Swalayan Pinang Lestari ini berawal dari laporan seorang masyarakat yang mengetahui adanya kegiatan pengoplosan beras yang terjadi di gudang tersebut.

"Warga melaporkan kejadian itu ke Disperindag Kota Tanjungpinang, kemudian pihak Disperindag melaporkan ke Satgas Pangan Mapolres Tanjungpinang. Berdasar informasi itulah kemudian anggota polisi dari Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) langsung mendatangi gudang untuk memastikan kebenarannya," papar Ardianyanto. 

Di gudang, anggota Tipiter Sat Reskrim mendapati kegiatan pengoplosan. Seorang laki-laki, karyawan gudang Swalayan Pinang Lestari sedang mencampur beras merk Roda Mas ukuran 50 Kg dengn merk Beras Kita ukuran 5 kg. 

"Seterlah mencampurkan beras itu, kemudian karyawan‎ memasukannya ke dalam kantong plastik yang sudah dituliskan Bulog Premium 5 kg," ungkap Ardyanto lagi.

Tiga orang diduga sebagai pelaku, masing-masing Ahui selaku pemilik Gudang Swalayan Pinang Lestari, MY selaku kepala gudang, dan JN selaku karyawan diamankan.

"Namun setelah dilakukan pemeriksaan, yang tetapkan sebagai tersangka  hanya Ahui," tegas Kapolres.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti 577 Karung beras Merk Bulog dengan berat 50 kg, 30 bungkus yang bertuliskan Bulog premium 5 kg, 873 bungkus beras bulog premium 5 kg yang sudah dioplos dan dikemas, 199 karung berisi beras merk Roda Mas ukuran 50 kg. 

Polisi juga mengamankan 5 karung berisikan kantong plastik 5 kg, dua bungkus plastik biasa yang sudah bertuliskan bertuliskan bulog premium 5 kg, 28 lembar plastik biasa yang bertuliskan bulog prmium 5 kg, 15 lembar karung beras merk roda mas ukuran 50 kg, 6 lembar karung beras merk bulog ukuran 50 kg, 64 lembar karung merk beras Kita ukuran 5 kg, ‎satu buah sapu, satu buah pisau cutter, satu buah sekop beras yang terbuat dari plastik, satu buah spidol, satu buah jarum, satu unit alat press kantong plastik, satu buah timbangan ukuran 60 kg, satu buah timbangan ukuran 100 kg dan satu buah troli. 

Menurut Kapolres, setelah melakukan penggerebekan dan mengamankan barang bukti di Gudang, Anggota Sat Reskrim Polres Tanjungpinang juga menyita 11 bungkus beras yang bertuliskan bulog premium 5 kg. (Andri)






Berita Terkait
Lihat Semua