Bangunan Berciri Khas Melayu akan Diperdakan
19 September 2017
Seorang wanita berdiri di jendela Rumah Adat, di Pulau Penyengat beberapa waktu lalu. Dinas Kebudayaan Kepri berencana membuat Peraturan Daerah (Perda) bangunan berciri khas Melayu pada 2018 mendatang. (Foto: Andri Mediansyah)
INILAHKEPRI, DOMPAK - Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (19/9/2017) pagi tadi menyelenggarakan kegiatan seminar tentang bangunan berciri khas Melayu.

Seminar dilaksanakan di Hotel Aston ini menghadirkan sejumlah pembicara, yaitu Dr Abdul Malik M.Pd dab Ir Martin Baron. Sedangkan sebagai peserta yakni perwakilan dari Dinas Kebudayaan, PU, Bappeda dan instansi terkait serta dihadiri pula perwakilan dari LAM Provinsi Kepri dan LAM se Provinsi Kepri.

Dalam seminar ini dibahas tentang bangunan berciri khas Melayu untuk kemudian disepakati bagaimana bentuk bangunan yang menjadi ciri khas Melayu. 

Kepala dinas Kebudayaan Prov Kepri, melalui Kepala bidang Kesenian Disbud Prov Kepri, Umi Kalsum menyampaikan, hasil kesepakatan mengenai bangunan ciri khas Melayu ini nantinya akan dijadikan Paraturan Daerah pada tahun 2018.

"Hasil dari seminar ini, bangunan berciri khas Melayu di Provinsi Kepri untuk nanti menjadi acuan bagaimana bentuk bangunan yang menjadi ciri khas Melayu. Serta nantinya pada tahun 2018 akan dijadikan Perda."ungkapnya.

Lanjutnya, tahap penetapan bangunan yang ber ciri Melayu yang nantinya akan di Perdakan tahun 2018, sebagai wujud pelaksanaan dari visi misi Gubernur Kepri menjadikan Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu.

"Nantinya tak hanya penerapan dalam ornamen yang bercberciri khas Melayu, namun dalam bentuk utuh."sambung Umi Kalsum.

Ketika Perda ini telah diterapkan, bangunan pemerintahan, termasuk bangunan rumah toko yang ada di Kepri diwajibkan memasang ornamen yang berciri khas Melayu.

"Tapi sebelum diterapkan, ini harus disepakati dulu oleh seluruh kabupaten/kota," tutup Umi. (Fira) 




Berita Terkait
Lihat Semua