27 TKI Ilegal Disembunyikan di Dalam Kelong
16 September 2017
Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., melakukan peninjauan terhadap TKI ilegal yang ditangkap Tim WFQR Lantamal IV di Markas Komando Lantamal IV Jalan Yos Sudarso No. 1 Batu Hitam, Kepulauan Riau, Sabtu (16/9). (Foto: IST)
INILAHKEPRI, BINTAN - Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang, Sabtu (16/9), mengamankan 27 warga Indonesia diduga bekerja secara ilegal di Malaysia. 

Ke 27 TKI ilegal ini diamankan ketika disembunyikan di sebuah kelong - rumah menangkap ikan bilis tengah laut- terletak di sekitar Periaran, Kawal, Bintan. Mereka terdiri dari 23 laki-laki, 3 perempuan, dan seorang anak.

Dalam siaran pers disampaikan Dinas Penerangan Lantamal IV, Sabtu (16/9/2017), diamankannya 27 WNI diduga TKI ilegal ini diawali dari informasi diperoleh Tim Intel Lantamal IV tentang adanya speed boat membawa TKI dari Malaysia menuju Batu Besar, Batam. Salah satu TKI bahkan disebut sebagai kurir narkoba.

Berdasarkan infomasi ini Tim WFQR melakukan koordinasi dengan Staf Operasi Lantamal IV dan Satuan Keamanan Laut (Satkamla) Lantamal IV  membentuk 3 tim terdiri dari 2 tim laut dan 1 tim darat. 

Di perairan Dompak, tim laut menemukan sebuah kelong mencurigakan. Di dalamnya ada 23 laki-laki, 3 Perempuan dan 1 anak-anak tak bisa menunjukkan dokumen.

Dari keterangan yang diperoleh dari salah seorang ABK, speedboat yang digunakan kehabisan bahan bakar sebelum sampai ke tujuan. Tekong berinisial Y meninggalkan para TKI itu. Dia turun ke darat membeli bahan bakar yang uangnya diperoleh dari para TKI.

Dalam waktu bersamaan tim darat berhasil menemukan sebuah mobil Avanza berwarna hitam mencurigakan di depan pelantar Teluk Bakau. Di mobil dalam kondisi menyala itu, tim mengamankan pria berinisial Z. Dia merupakan pengurus TKI Ilegal.

Saat ini, pengurus berinisal Z, tekong berinisial Y, 27 orang TKI ilegal serta speedboat kayu bermesin Yamaha 115 PK double diamankan di Mako Lantamal IV untuk proses penyidikan selanjutnya akan diserahkan kepada instansi yang berwenang. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua