Menyusuri Bakau Sungai Sebong, Menikmati Segar dan Menenangkan
23 Agustus 2017
Boat membawa wisatawan melintas di Sungai Sebong yang membelah hutan bakau. (Foto: Andri Mediansyah)
Menyusuri Hutan Bakau Sungai Sebong, Bintan, adalah petualangan dengan sensasi menyegarkan dan menenangkan. 

Pewarta: Andri Mediansyah

Geografis bintan yang dikelilingi laut menjadikan pulau terbesar di Kepulauan Riau menjadi habitat favorit bagi kehidupan bakau atau juga disebut mangrove. Hampir seluruh kawasan pantai yang ada di pulau ini dikelilingi hutan bakau.

Bakau diketahui memiliki banyak fungsi. Selain memiliki fungsi menahan abrasi, bakau juga diketahui mampu menjaga kualitas air dan udara. Kawasan hutan mangrove memiliki fungsi menyerap kotoran yang berasal dari sampah manusia maupun kapal yang berlayar di laut. Mangrove dapat menyerap semua jenis logam berbahaya dan membuat kualitas air menjadi lebih bersih, membantu alam mendapatkan kualitas udara yang lebih baik karena memproduksi oksigen dalam jumlah besar. Dan yang tak kalah penting, kawasan hutan mangrove memiliki fungsi sebagai kawasan wisata.

Nah, berhubungan dengan ini, di bintan terdapat banyak kawasan hutan mangrove yang dijadikan sebagai tempat wisata. Salah satunya hutang bakau di Sungai Sebong Lagoi.

Hutan bakau Sungai Sebong ini merupakan kawasan hutan mangrove yang terbentuk secara alamiah. Letaknya yang berhadapan langsung dengan Laut Natuna Utara (dulu China Selatan), menjadikan hutan mangrove ini dulunya sering dimanfaatkan sebagai jalur penyeludupan barang dan juga tenaga kerja ilegal ke Malaysia.

Namun, sejak dimanfaatkannya Sungai Sebong ini sebagai kawasan wisata, aktivitas ilegal tersebut sudah tidak terdengar lagi.

Kawasan bakau Sungai Sebong berada di dalam kawasan wisata terpadu Lagoi. Sungai ini dapat diakses melalui jalur khusus yang disediakan pengembang Kawasan Lagoi. Saat ini ada 2 operator yang melayani paket wisata perjalanan hutang mangrove. Di sepanjang sungai sepanjang sekitar 6 kilometer ini, dapat ditemui setidaknya 20 keluarga bakau dank sekitar 200 spesies. Diantaranya rhizophora, avicennia, xylocarpus, dan bruguiera.

Berada di hutan ini, yang terasa adalah suasana segar dan menenangkan. Selain menikmati hijau hutan mangrove, di sepanjang sungai juga akan ditemui sejumlah hewan: ular, biawak, berbagai jenis burung dan kera hingga kerkah - hewan endemik sejenis kera yang hidup di Natuna dan Bintan.

Tak jarang, di sungai ini juga bisa ditemui buaya yang bersembunyi di antara hutan bakau. Jika melakukan perjalanan di malam hari, di hutan mangrove ini juga bisa ditemui berbagai jenis kunang-kunang. Selain memiliki manfaat sebagai penahan abrasi dan menjaga kualitas air dan udara, sungai sebong yang dikelilingi hutan mangrove ini juga memiliki manfaat bagi masyarakat setempat.

Tak jarang di sungai ini bisa ditemui masyarakat nelayan yang menangkap ikan mengunggunakan perlataran konvensional berupa bubu dan tangkul. Bubu merupakan peralatan tangkap ikan berupa perangkap. Umumnya bubu terbuat dari anyaman bambu atau jaring yang dibentuk khusus sebagai perangkap ikan atau kepiting yang oleh masyarakat di sini sebut dengan ketam.

Sedangkan tangkul berupa jaring yang tiap ujungnya dibentangkan  ke ujung batang bambu. Selain dijadikan sebagai kawasan wisata, Sungai Busung ini ternyata juga dijadikan sebagai pusat penelitian sejumlah lembaga di tanah air maupun manca negara. oleh sejumlah lembaga penelitian, batang maupun buah yang dihasilkan bakau ternyata dapat dimanfaatkan sebagai perwarna buatan juga sebagai bahan makanan.

Sebagai pelengkap paket wisata di tempat ini, pengunjung juga dapat melihat dapur arang tua yang dulunya oleh masyarakat dijadikan sebagai tempat industri pembuatan arang. Namun sejak diberlakukannya pelarangan industri dapur arang yang dikhawatirkan dapat merusak hutan mangrove pada tahun 2008 lalu, dapur arang di sungai sebong ini berhenti beroperasi.

Dan tidak kalah penting, di Sungai Sebong ini juga terdapat sejumlah restoran menyediakan beraneka jenis hidangan khas laut. Mulai dari udang, ketam, gonggong, dan berbagai jenis ikan segar yang diolah menjadi beraneka menu.(*)





Berita Terkait
Lihat Semua