Berwisata Aman di Jembatan Surabaya
31 Juli 2017
Konstruksi lantai II bagian tengah Jembatan Surabaya. Dari atas jembatan ini pengunjung dapat melihat berbagai pemandangan, mulai dari Selat Madura, Jembatan Suramadu, aktivitas nelayan setempat, serta kampung warna-warni. (Foto: Andri Mediansyah)
Jembatan bukan hanya sekedar infrastruktur yang menunjang terhubungnya satu wilayah ke wilayah lain yang terpisah sungai atau laut. Lebih dari itu, jembatan kini menjadi sebuah sarana hiburan yang dapat menarik orang untuk datang berwisata.

Demikian Jembatan Suroboyo, yang belum lama ini menjadi ikon baru Kota Pahlawan, Surabaya. Jembatan ini  menghubungkan kawasan pesisir Surabaya di Pantai Kenjeran Surabaya, memiliki panjang 800 meter dengan lebar 18 meter dan tinggi 12 meter yang ditahan dengan 150 tiang pancang. 

Desain jembatan yang diresmikan 9 Juli 2016 ini dibangun melingkar dengan pemandangan air mancur di tengahnya. Daya tarik juga terdapat pada bagian tengah jembatan. Di bagian tengah jembatan digarap PT Hutama Karya ini terdapat konstruksi besi dua lantai yang memungkinkan untuk pengunjung singgah dan menaikinya.

Artinya aktivitas berwisata di jembatan ini tidak mengganggu jalur kendaraan serta aman bagi orang yang berwisata. Di atas jembatan juga dilengkapi jalur khusus pejalan kaki.

"Prinsifnya di sini wisatawan akan aman karena tidak perlu khawatir dengan kendaraan yang melintas," kata pemandu wisata yang mendampingi perjalanan inilahkepri.com, Kamis (27/7/2017) lalu. 

Dari atas jembatan berupa rangka besi dilengkapi lantai, wisatawan dapat melihat berbagai hal: mulai dari jembatan Suramadu yang menghubungkan Kota Surabaya dan Pulau Madura, aktivitas nelayan, Selat Madura yang membentang seluas mata memandang, serta kampung warna-warni yang terdapat di bagian kanan jembatan. Dan di lantai dua tengah jematan ini pengunjung tidak perlu khawatir terjatuh karena ada pembatas berupa pagar setinggi pinggang pria dewasa. 

Pada awal pembangunan, jembatan ini memang mengundang kritikan sejumlah pihak yang menyebut pembangunannya dinilai asal-asalan dan tidak efisien. Namun, kritikan tersebut dibantah pemerintah setempat yang menegaskan jika jembatan ini dibangun dengan tujuan untuk memajukan industri pariwisata Kota Surabaya. (Andri Mediansyah)




Berita Terkait
Lihat Semua