Danau Biru Lepan Nan Instagenik
11 Juni 2017
Jembatan dengan bagian ujung berbentuk cinta yang menjadi salah satu spot andalan Danau Biru Desa Lepan. (Foto: Robby Hafzan)
Ada beberapa Danau Biru Di pulau Bintan. Sebut saja Danau Biru Di Desa Busung, Danau Biru di Desa kawal, serta Danau biru Di desa Lepan yang instagenik.

 Oleh : Robby Hafzan
 
Sekilas mengenai terbentuknya danau biru yang ada di Bintan, danau danau itu dahulunya merupakan penambangan pasir. Ya, danau biru ini merupakan sisa sisa penambangan pasir yang menyisakan kubangan kubangan besar dan lama kelamaan menjadi genangan. 

Warna biru dari danau tersebut tercipta karena dasar danau yang terdiri dari pasir dan lumpur berwarna putih dan airnya yang jernih, sehingga ketika langit cerah, permukaannya memantulkan warna biru langit. 

Beberapa genangan ada yang berukuran besar berbentuk danau sehingga orang orang menyebutnya dengan danau Biru.

Apa yang dilakukan di sana?

Di tempat ini, kamu bisa berfoto foto di beberapa sudut yang sudah di buat sedemikian rupa agar fotomu tampak “kece” ketika diunggah ke halaman Instagram. Beberapa pelantar kayu bernuasa romantis menuju tengah danau dibuat berbentuk tanda hati di ujung nya, dan sebuah gerbang berwarna merah bertanda hati pula. Pokoknya , jika berfoto di spot tersebut, kamu terkesan romantis oleh lawan jenismu. Yakinlah dia pun ingin diajak kesana bersamamu di ujung minggu. 

Tak hanya itu, penat berfoto di pelantar berbentuk hati itu, kamu bisa berdayung sampan mengarungi danau biru. Jangan lupa untuk singgah di rumah pohon di tepi danau. Kamu bisa melihat danau secara utuh dari ketinggian dari atas rumah pohon itu. Oh iya, semua fasilitas itu bisa kamu nikmati dengan membayar “serba lima ribu”.

Bagaimana Menuju Kesana?

Ada dua cara untuk mencapai Danau Biru Desa Lepan, diantaranya dengan melewati Jalan Lintas Barat Tanjunguban – Tanjungpinang atau melalui Desa Sungai Jeram Teluk sebong. Namun jalan Lintas Barat Tanjunguban dan Tanjungpinang adalah yang paling memungkinkan dilalui semua kedaraan meskipun harus melewati sungai dengan menyeberang dengan penyebrangan (pokcay). 

Dengan berkendara dari Tanjunguban sejauh kurang lebih 10 kilometer melewati Lintas Barat, kamu akan menemui persimpangan Desa Lepan. Jalan menuju Desa Lepan belum di aspal atau dengan kata lain adalah jalan tanah dan berpasir. Di ujung jalan kamu harus menyeberang sungai dengan “pokcay” sebutan untuk kapal penyeberangan di desa itu. Pokcay mampu membawa sebuah mobil dan beberapa kendaraan roda dua beserta penumpang di atasnya. Biayanya Rp 5 ribu untuk mengangkut penumpang dengan sepeda motor. 

Setelah sampai di seberang, terus ikuti jalan kampung, danau biru Sudah Dekat.


Penulis : Bloger dan traveler yang mermukim di Tanjunguban




Berita Terkait
Lihat Semua