Menikmati Pementasan di Nyamannya KCW Kijang
13 Februari 2017
Band asal Kijang memainkan musik akustik menghibur pengunjung KCW, Minggu (12/2/2017) sore.
Datanglah ke Kijang City Walk (KCW) di akhir pekan. Siapkan makanan dan minuman, lalu duduk menikmati berbagai pementasan di suasananya yang asri.

Kenapa? Karena di setiap akhir pekan, di tempat ini akan selalu dihadirkan berbagai pementasan atau berupa atraksi. Mulai dari musik yang dimaikan band-band lokal, tari-tarian, serta atraksi atau pameran oleh komunitas tertentu.

Seperti pada Minggu (12/2/2017) sore. Puluhan warga terlihat bersantai duduk di bangku-bangku di bawah pohon yang ada di KCW. Usia mereka beragam. Umumnya mereka adalah pasangan muda-mudi, keluarga, atau bersama teman sebaya. 

Di sana mereka nampak sangat rileks: duduk bercengkrama, menikmati jajanan, sambil mendengarkan alunan lagi dibawakan akustik oleh band lokal. Sementara di sisi lain, puluhan bahkan mungkin ratusan pengunjung mondar-mandir berjalan di jalur pejalan kaki atau di atas jalan layang melintang di atas taman KCW.

Suasananya ramai, pikuk, namun santai. Begitulah.

Soal ramainya suasana KCW ini mungkin sudah berlangsung sejak KCW itu dibuka untuk umum. Tapi adanya pementasan seperti pada Minggu kemarin adalah suatu yang baru.

Adalah Kelurahan Kijang Kota yang menggagas ini. Menurut Lurah Kijang Kota, Anton Hatta Wijaya, pementasan ini sengaja digelar untuk lebih meramaikan KCW. Pihaknya akan mengusahakan ini setiap minggu di akhir pekan. Persisnya pada Sabtu dan Minggu. Mulai sekitar jam 16.30 sampai magrib, lalu diteruskan jam 19.30 sampai jam 22.00.

"Kami akan merangkul berbagai komunitas yang ada, lalu mengagendakannya untuk dipentaskan atau digelar dalam sebuah atraksi," kata Anton.

"Konsepnya sederhana saja," lanjut Anton lagi. Dalam setiap pementasan, mereka yang terlibat di dalamnya bermain di pentas alakadarnya. Semisal pementasan band. Mereka bermain tidak di atas panggung, melainkan di lantai KCW yang memang agak tinggi. Demikian pula pementasan atau atraksi lainnya.

"Jadi kesan santainya itu tetap ada. Yang melakukan pementasan atau atraksi santai, pengunjung juga santai menikmati. Antara yang melakukan pementasan atau atraksi sedapat mungkin bisa berbaur," papar Anton.

Upaya ini dia sebut dalam rangka menciptakan image bahwa Kota Kijang, khususnya KCW adalah tempat berlangsungnya pementasan. Dan upaya ini dia sebut sejauh ini berdampak positif. Termasuk pedagang yang ada di sekitar KCW.

"Saya dapat laporan jika omzet pedagang meningkat. Bahkan, para pedagang mengaku berani menambah kuantitas dagangan pada atraksi atau pementasan berlangsung," tutup Anton.(Andri Mediansyah)




Berita Terkait
Lihat Semua