Merias Wajah Ujung Sengggarang
12 Februari 2017
Beberapa bocah bermain sepak bola di Taman Senggarang, Sabtu (11/2/2017). (F:Andri Mediansyah)
INILAHKEPRI, SENGGARANG - Kelurahan Senggarang berencana menata kawasan sekitar Vihara Dharma Sasana yang terletak di ujung Senggarang. Di tempat ini, pihak Kelurahan akan menata taman dan menempatkan sesbuah ikon untuk mengundang wisatawan datang.

Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Senggarang, Andi Suryanto mengatakan, untuk tahun ini Pemerintah Kota Tanjungpinang mengalokasikan dana melalui Kelurahan Senggarang untuk membenahi infrastuktur di kawasan Senggarang.

Dalam pemanfaatannya, lanjut Andi, sebagian dana yang dialokasikan tersebut rencananya akan dipergunakan untuk membenahi taman bermain yang berada persis di depan Vihara Dharma Sasana.

"Kami melihat banyak warga yang memanfaatkan taman tersebut sebagai tempat liburan atau bermain bersama keluarga. Tapi sayangnya taman itu belum tertata dengan baik," papar Andi menjelaskan alasan wacana pembenahan taman bermain tersebut.

Lebih lanjut dia katakan, taman bermain itu dianggap sangat potensial mendatangkan pengunjung ke kawasan wisata religi dan sejarah ini. Dikatakan wisata sejarah mengingat Senggarang merupakan pusat peradaban Tionghoa di Tanjungpinang.
 
Taman dimaksud memiliki pemandangan yang sangat menarik, berhadapan dengan Pulau Penyengat dan pusat kota, termasuk Tepi Laut.

"Disini juga warga bisa menyaksikan aktivitas masyarakat nelayan setempat. Jika air surut warga bisa melihat puluhan nelayan menyondong udang atau memungut pompong di tepian pantai," jelas Andi.

Dan untuk meningkatkan minat warga berlibur di sana, selain melakukan penataan pihak Kelurahan Senggarang juga berencana membangun semacam ikon untuk mempertegas identitas lokasi.

"Di sini nantinya warga yang datang bisa berfoto-foto. Secara tidak langsung ini akan jadi sarana promosi tersendiri," jelasnya lagi.

Andi berharap, dengan ramainya orang yang berkunjung ke Taman Senggarang, dapat berdampak kepada peningkatan sejumlah sektor melibatkan masyarakat. Semisal restoran, pedagang kaki lima, hingga usaha ekonomi rakyat lainnya. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua