14 Tahun Dibangun, Kini Vihara 1000 Patung Dibuka Untuk Umum
10 Februari 2017
Ratusan pengunjung memadati Vihara Ksitigarbha Bodhisattva atau familiar disebut Vihara Seribu Patung, Jumat (10/2/2017).
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Setelah 14 tahun dibangun, Vihara Ksitigarbha Bodhisattva atau familiar disebut Vihara Seribu Patung di Km 14 Tanjungpinang, resmi dibuka untuk umum.

Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti dan pelepasan burung pipit dihadiri Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, serta puluhan tamu undangan, Jumat (10/2/2017).

Mulai hari ini sampai seterusnya, Vihara Ksitigarbha Bodhisattva dibuka untuk umum. Mulai Selasa - Minggu, mulai pagi hingga petang.

Bobby Jayanto, penggagas sekaligus  ketua yayasan yang menangani Vihara menjelaskan, 14 tahun proses pembangunannya, Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, memiliki cukup banyak kendala, mulai dari proses pembebasan lahan, hingga proses pendanaan.

"Syukurnya, berkat sokongan dari para donatur, pembangunannya bisa selesai seperti sekarang ini," kata Booby.

Ia berharap vihara ini tidak hanya bermanfaat bagi kebutuhan peribadatan umat Budha, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan pariwisata Kepri, khususnya Tanjungpinang. Vihara yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektar ini dia harapkan akan mampu menyedot wisatawan. 

Hal ini bahkan disebut Boobytelah terbukti.  Sejak mulai dibuka pada Imlek beberapa waktu lalu, sedikitnya 3.000 wisatawan berkunjung setiap hari, khususnya di akhir pekan.

Kedepan, Bobby menyatakan pihak yayasan akan menyediakan pemandu wisata yang dapat menjelaskan secara rinci sejarah, termasuk benda-benda yang ada di dalamnya. 

"Kami juga berencana akan menerbitkan brosur berisi keterangan dan sejarah Vihara dalam 3 bahasa," tambahnya.

Sebagaimana telah diketahui banyak orang, salah satu daya tarik Vihara Ksitigarbha Bodhisattva adalah terdapat ratusan patung Luohan (manusia yang akan mencapai tingkatan Dewa) dan puluhan patung Dewa di areal vihara. Patung-patung, termasuk pula sejumlah material bangunan vihara didatangkan langsung dari Tiongkok.

"Pembangunan Vihara tidak berhenti sampai di sini. Masih ada pembangunan selanjutnya, semisal areal parkir yang memadai. Kami harap sokongan dari pemerintah," tandasnya.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyatakan siap berkoordinasi dalam rangka menambah sarana penujang vihara. Menurut Lis, Vihara Ksitigarbha Bodhisattva akan menjadi penunjang wisata di Tanjungpinang yang tentunya seiring dengan peningkatan sarana penunjang wisata lainnya yang ada di Tanjungpinang.

"Vihara ini akan sesuai dengan pembangunan sektor wisata Tanjungpinang, dimana Tanjungpinang menekankan kepada wisata berbasis religi dan wisata ziarah," tegas Lis.

Senada itu, Gubernur Nurdin Basirun menyebut vihara ini merupakan aset yang harus dipelihara. Pemprov Kepri dia sebut selalu siap berkoordinasi, dan senantiasa akan mendorong pengembangan wisata melalui kebijakan dan menjaga kondusifitas daerah. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua