Alternatif Tempat Wisata Imlek di Tanjungpinang
25 Januari 2017
Vihara Dharma Sasana, Senggarang.
INILAHKEPRI - Perayaan Tahun Baru China atau disebut Imlek tinggal menunggu hitungan hari, dimana masyarakat etnis Tionghoa bersuka cita merayakannya. Nah, berbicara Imlek, di Tanjungpinang terdapat sejumlah tempat yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri semisal Malaysia dan Singapura, bahkan dari Tiomngkok.

Di tempat-tempat ini wisatwan yang datang umumnya melakukan peribadatan, namun tidak sedikit pula dari mereka yang memanfaatkan waktu liburan sambil menikmati suasana imlek sekaligus menikmati arsitektur bangunan khas Tiongkok. Apa saja?

1.  Komplek Vihara Dharma Sasana

Vihara ini terletak di ujung Senggarang, menghadap ke Pusat Kota Tanjungpinang dan Pulau Penyengat. Di komplek vihara yang asri ini terdapat tiga klenteng yakni Klenteng Fu De Zheng Shen, Klenteng Yuan Tiang Shang Di dan Klenteng Tian Hou Sheng Mu. Ketiga klenteng ini dibangun pada abad ke 18, atau lebih tepatnya ketika Yang Dipetuan Muda Riau II Daeng Celak memimpin Kerajaan Melayu Riau-Pahang-Lingga.

Usianya yang diperkirakan lebih dari 300 tahun ini dapat dilihat dari ornamen-ornamen maupun bahan bangunan yang ada di setiap klenteng. Seperti ukir-ukiran kayu yang menjadi penghubung ke rangka pondasi atap, lukisan relief, serta tiang pondasi berbahan batu kali yang didatangkan langsung dari Tiongkok.

Selain tiga klenteng tadi, di sini juga terdapat dua patung Budha dan Dewa Kwan Im setinggi 5 meter tak jauh dari bangunan induk Vihara di bagian belakang.
 
2. Vihara Bahtra Sasana

Vihara Bahtra Sasana terletak di pusat Kota Tanjungpinang, persisnya di Jalan Merdeka, Kecamatan Tanjungpinang Kota. Vihara ini termasuk salah satu vihara tertua di Tanjungpinang dan termasuk salah satu benda cagar budaya yang dilindungi.

Vihara Bahtra Sasana dibangun oleh masyarakat etnis Tionghoa yang ada di Tanjungpinang sekitar tahun 1857. 

Letaknya yang strategis berada di tengah kota menjadikan vihara ini selalu ramai dikunjungi, khususnya umat Budha. Termasuk saat Imlek.

3. Klenteng Beringin (Tien Shang Miao)  

Dikatakan Klenteng Beringin karena klenteng yang terletak di Kelurahan Senggarang ini dibalut sebuah beringin besar di bagian depan bangunan yang merupakan bangunan aslinya.

Pada awalnya kelenteng ini merupakan kediaman seorang Kapiten Tiongkok bernama Chiao Ch'en pada tahun 1811. Setelah ditinggalkan, barulah rumah itu difungsikan sebagai tempat peribadatan (kelenteng) oleh masyarakat Tionghoa di Senggarang.

4. Vihara Avalokitesvara Graha 

Vihara Avalokitesvara Graha merupakan salah satu vihara Buddha yang diklaim sebagai vihara terbesar se-Asia Tenggara. Vihara ini dibangun oleh sebuah yayasan komunitas Tionghoa di Tanjung Pinang untuk dijadikan sebagai tempat memperdalam ilmu agama, berguru dan belajar para bhiksu, sangha, dan guru baik yang datang dari daerah lokal maupun dari luar negeri seperti Tiongkok, Singapura, dan Malaysia.

Vihara Avalokitesvara Graha berada kurang lebih 14 km dari pusat Kota Tanjung Pinang. Persisnya terletak di Kelurahan Air Raja di sebelah kiri Jalan WR Supratman, jalur lintas Tanjung Pinang-Tanjung Uban, Batu 14.

Pintu gerbang yang megah dan menjulang tinggi menjadi ciri khas dari vihara ini, dengan buah patung singa menyambut para pengunjung untuk memasuki area vihara ini. Sepanjang jalan masuk, pengunjung akan disuguhi taman yang luas yang ditumbuhi beraneka ragam tumbuhan salah satunya yaitu pohon buah naga.

Salah satu keunikan vihara ini berupa patung Dewi Kuan Yin Phu Sha dalam posisi duduk yang di nobatkan Museum Rekor Indonesia menjadi patung Dewi Kuan Yin terbesar yang ada di dalam ruangan. Tinggi patung itu mencapai 16,8 meter, terbuat dari tembaga dengan berat 40 ton, dan berlapis emas 22 karat. Dalam vihara ini, juga ditambahkan hiasan-hiasan dinding dan patung dewa-dewi setinggi kurang lebih 3,5 - 4 meter yang berdiri sejajar di kiri dan kanan ruangan menghadap patung Dewi Kuan Yin Phu Sha ditambah lagi suasana hening di dalam vihara yang jauh dari keramaian.

5. Vihara Ksitigarbha Bodhisattva (Vihara Seribu Wajah)

Vihara Ksistigarbha Bodhisattva terletak di Jalan Asia Afrika kilo meter 14 arah Kijang. Disebut Vihara seribu wajah atau Vihara Patung Seribu karena terdapat ratusan patung Dewa dengan ekpresi wajah berbeda beda.

Sebagian besar material bangunan, termasuk patung dewa ini didatangkan langsung dari Tiongkok. Ornamen bangunan, ditambah letaknya yang berada di perbukitan memunculkan suasana jika pengunjung seakan sedang berada di Negeri Tirai Bambu.

Di hari biasa, Vihara ini memang tidak dibuka untuk umum. Namun, yayasan yang mengelola akan memberikan kebebasan bagi warga untuk masuk ketika Imlek berlangsung. Dikabarkan, pihak Yayasan akan mengoperasikan dan membukanya untuk umum pada pertengahan Februari mendatang. (Redaksi/dari berbegai sumber)




Berita Terkait
Lihat Semua