Masa Karantina Berakhir, 7 Warga Tanjungpinang Dipastikan Negatif Virus Korona
14 Februari 2020
Tim Kesehatan Tanjungpinang bersama satu keluarga di Perumahan Pondok Gurindam, KM 7 Tanjungpinang yang diinformasikan Otoritas Singapura sebagai suspect Virus Korona, Jumat (14/2/2020). Setelah menjalani masa karantina rumah selama lima hari, keluarga ini dinyatakan negatif terjangkit virus korona. (Foto: Istimewa)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Tim Kesehatan Tanjungpinang mengakhiri masa karantina rumah tujuh warga Tanjungpinang yang sebelumnya diduga tsebagai suspect virus Korona pada 13 Februari kemarin. Setelah menjalani masa observasi selama 5 hari, ketujuh warga Perumahan Pondok Gurindam itu dinyatakan negatif Virus Korona.

"Alhamdulillah, WNI ternotifikasi dinyatakan sehat dan negatif dari coronavirus (2019-nCov)," kata Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam saat dihubungi INILAHKEPRI.COM, Jumat (14/2) pagi.

Ketujuh warga Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur itu menjalani masa karantina sejak 9 hingga 13 Februari 2020. Bahkan, Tim Kesehatan Tanjungpinang juga mengambil sampel usap tenggorokan atau Swab terhadap 5 orang dewasa dan 2 orang anak di laboraturium Kementerian Kesehatan RI untuk memastikan kasus tersebut.

"Kemarin adalah pemeriksaan kesehatan terakhir selama mereka menjalani karantina di rumah. Dan sudah diinformasikan ke kami terkait hasilnya, semuanya negatif," ungkapnya.

Rustam menerangkan, bahwa selama periode observasi pemeriksaan kesehatan yang selalu menunjukkan hasil baik dan sehat. Hal ini ditandai dengan tidak ada ditemukannya tanda-tanda demam, batuk maupun sesak nafas. Hasil pemeriksaan sputum atau orofaring dan nasofaring ketujuh warga tersebut juga negatif.

"Maka periode pembatasan kontak terhadap ketujuh warga ini diakhiri. Untuk itu mereka diyatakan sehat, bebas dari coronavirus dan dapat melakukan aktifitas kembali sebagaimana biasanya," tuturnya.

Terkait negatif virus Korona, Rustam mengimbau, masyarakat tidak perlu resah dan khawatir terhadap kemungkinan tertular virus Korona dari keluarga tersebut. Namun demikian, pola hidup bersih dan sehat tetap harus dilakukan setiap harinya. 

"Apalagi kasus coronavirus saat ini telah menjangkiti tidak kurang dari 40 ribu penduduk dunia dan menyebabkan kematian tidak kurang dari 1.100 jiwa serta sebarannya sudah melebihi 25 negara," ujarnya.

Rustam berpendapat, negara-negara yang bertetangga dengan Indonesia semuanya sudah teridentifikasi tertular virus Korona tersebut. "Maka potensi negara kita, khususnya Tanjungpinang yang berada di daerah perbatasan sangat berpotensi untuk tertular," imbuhnya.

Kendati demikian, Rustam memberikan tips untuk mencegah tertularnya virus Korona itu dengan senantiasa mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, rajin melakukan aktifitas fisik, beristirahat yang cukup serta menghindari kerumunan orang ramai. Selain itu, masyarakat juga diimbau memakai masker saat di keramaian atau saat sedang batuk atau flu.

"Sering mencuci tangan pakai sabun, memantau suhu tubuh secara berkala serta seger mengunjungi fasilitas kesehatan jika merasa sakit merupakan upaya pencegahan yang harus terus dilakukan," pungkasnya. (Albet)




Berita Terkait
Lihat Semua