95 Persen Dinyatakan Negatif n-CoV 2019, 7 Warga Tanjungpinang Diobservasi
10 Februari 2020
Kadinkes TANJUNGPINANG Rustam bersama Kapolres Tanjungpinang AKBP Muhammad Iqbal memberikan keterangan pers mengenai warga Tanjungpinang yang menjalani observasi pasca notifikasi Menkes dan Otoritas Kesehatan Singapura yang menyatakan 6 Warga Tanjungpinang sebagai suspect Virus Korona. Dalam konfrensi digelar Senin (10/2/2020) siang, Tim Kesehatan yang melakukan observasi, menyatakan ketujuh warga Tanjungpinang itu dalam keadaan sehat. (Foto: Albet)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Sebanyak 7 warga Tanjungpinang, Kepulauan Riau saat ini sedang menjalani masa observasi pasca pemberitahuan Kementerian Kesehatan dan Otoritas Karantina Singapura sebagai suspect Virus Korona (n-CoV 2019).

Oleh WHO, suspect n-CoV 2019 adalah 
orang  memiliki suatu tanda gejala seperti influenza, memiliki demam lebih dari 38 derajat celcius, memiliki batuk dan sesak nafas dan ditambah memiliki  riwayat bepergian ke negara Tiongkok. 

Dalam konferensi digelar di Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Senin (10/2/2020), Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang Rustam menjelaskan, ketujuh warga Tanjungpinang yang diobservasi itu 5 orang dewasa dan 2 anak-anak. 

Enam orang (5 dewasa dan 1 anak) diketahui melakukan perjalanan ke sejumlah negara pada Desember 2019 lalu. 

"Hasil verifikasi terhadap keluarga itu, bahwa terakhir melakukan perjalanan ke RRC itu tahun 2018. Terakhir riwayat perjalanan ada ke Singapura, Malaysia dan Korea Selatan pada Desember 2019 lalu. Saat ini keluarga yang dikunjungi di Singapura yakni nyonya Ze, keponakannya itu tidak sedang sakit," tegas Rustam didampingi Kapolres Tanjungpinang AKBP Muhammad Iqbal dan Petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan. 

Rustam menjelaskan, saat ini ketujuh warga Tanjungpinnag itu akan menjalani karantina rumah dalam satu rumah hingga 13 Februari mendatang. Mereka tinggal di  Kelurahan Melayu Kota Piring. 

Dalam hasil investigasi, lanjut Rustam, keenam yang masuk dalam notifikasi pemerintah Singapura itu dipastikan tidak pernah melakukan perjalanan hingga ke wilayah yang terpapar virus Korona di Wuhan, Tiongkok. 

Katanya lagi, beberapa dari ketujuh warga Perumahan Pondok Gurindam Tanjungpinang itu juga akan dilakukan pengambilan sampel usap tenggorokan dan diuji di laboraturium Kementerian Kesehatan guna memastikan apakah mereka terpapar virus Korona.

"Selama masa karantina, keluarga akan dibatasi kontak dengan orang lain untuk sementara waktu. Tim Kesehatan akan rutin melakukan pemeriksaan sehari 2 kali sampai habis masa karantinanya dan sementara seluruh kebutuhan harian akan disiapkan oleh Tim Kesehatan," ungkapnya.

Rustam belum bisa menyimpulkan bahwa ketujuh warga itu negatif terpapar virus Korona. Kendati demikian, masyarakat tidak perlu panik dan resah terkait adanya notifikasi dari Pemerintah Singapura tersebut. Dinkes Kota Tanjungpinang juga meminta masyarakat untuk beraktivitas seperti biasanya dan berperilaku hidup bersih dan sehat.

"95 persen sudah pasti tidak tertular, tapi nanti tunggu habis masa observasi setelah tanggal 13 Februari nanti. Tapi kondisi keluarga seluruhnya saat ini dalam keadaan sehat," pungkasnya. (Albet)




Berita Terkait
Lihat Semua