Santan Kelapa Asal Bintan Tembus Pasar Eropa
08 Februari 2020
Petugas Karantina Pertanian Tanjungpinang memeriksa santan kelapa diproduksi PT Bionesia sebelum diekspor ke Jerman akhir Januari 2020 lalu. Sebanyak 33,6 ton santan jenis kokosmilch diekspor ke Jerman. (Foto: IST/Humas Karantina Pertanian Tanjungpinang)
INILAHKEPRI, BINTAN - Santan kelapa atau disebut Bio Kokosmilch/Coconut Milk Organic, asal Bintan menembus pasar Eropa. 

Sebanyak 33,6 ton santan kelapa diproduksi PT Bionesia Organic Foods diekspor ke Jerman akhir Januari 2020 lalu. Santan kelapa yang diekspor dikemas dalam 14 ribu karton. Nilai ekspor mencapai  Rp630.260.400.

PT Bionesia Organic Foods adalah satu satunya perusahaan pertama mengolah kelapa organik di Kabupaten Bintan. Perusahaan ini mengolah kelapa  menjadi beberapa produk turunan. 

Yovita, selaku Executive Shipper PT Bionesia Organic Foods menjelaskan bahwa, 33,6 ton santan kepala yang diekspor ke Jerman itu berupa kokosmilch. 

Kokosmilch adalah santan yang biasa digunakan untuk memasak atau keperluan santan lainnya, jenis yang encer dapat juga untuk diminum langsung.

"Perlu diketahui bahwa bahan baku pembuatan kokosmilch adalah buah kelapa yang sudah tua, yang dibeli dari kebun kelapa milik petani yang ada di Propinsi Kepri dan sekitarnya," terang Yovita. 

Ilham Mustafa, selaku Petugas Karantina Pertanian Tanjungpinang menjelaskan, Kementerian Pertanian sangat mendukung industri pengolahan komoditas pertanian seperti ini, sehingga yang diekspor bukan lagi bahan baku, melainkan produk yang sudah siap dikonsumsi sehingga memberi nilai lebih bagi komoditas kelapa itu sendiri. 

"Ini sekaligus mampu menyerap lapangan pekerjaan dan hasil pertanian kita," imbuhnya. 

Adanya perusahaan pengolahan kelapa seperti ini disebut Ilham, merupakan angin segar bagi petani di sekitar Provinsi Kepri. Kelapa tua yang dihasilkan akan diterima Bionesia selama bebas pestisida dengan ambang batas tertentu, sehingga bisa lulus uji organik.

"Karantina siap memberi pelayanan terbaik untuk ketersediaan bahan baku bagi perusahaan dan mengawal ekspor berjalan dengan lancar," pungkasnya.

Ilham menerangkan, PT Bionesia telah menjalankan amanah UU No. 21 tahun 2019. 

"PT Bionesia telah  melaporkan setiap pemasukan bahan baku berupa kelapa bulat dan kegiatan ekspor produk olahannya kepada Petugas Karantina Tanjungpinang Wilayah Kerja Tanjung Uban," ungkapnya. (Andri




Berita Terkait
Lihat Semua