Pengusaha Tanjungpinang Keluhkan Perizinan
07 Februari 2020
Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul didampingi Sekda Kota Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari, saat menghadiri cofee morning sekaligus silaturahmi bersama pengusaha di Hotel CK, Tanjungpinang, Jumat (7/2/2020). Sejumlah kritik disampaikan para pengsaha. Diantaranya terkait perizinan yang dinilai menghambat investasi. (Foto: Albet)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Berbagai keluhan disampaikan sejumlah pengusaha di acara Coffee Morning dan Silaturahmi bersama Pengusaha Kota Tanjungpinang serta stakeholder di Hotel CK Tanjungpinang, Jumat (7/2/2020). 

Dalam acara tersebut, berbagai kritikan dan masukan diterima Wali Kota Tanjungpinang. Seperti halnya disampaikan Tony, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Kepulauan Riau terkait perizinan usaha perumahan. 

Persoalan perizinan serta infrastruktur juga disampaikan perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Tanjungpinang.

Mereka menganggap persoalan perizinan masih menjadi kendala pengusaha dalam mengembangkan investasi di Kota Tanjungpinang.

Kritikan dalam kegiatan digelar Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Tanjungpinang itu disampaikan para pengusaha kepada Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul 

Hadir sejumlah nara sumber diantaranya dari Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang dan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIPOL) Raja Haji Tanjungpinang.

Terkait kritikan yang disampaikan, Wali Kota Syahrul mengatakan jika di tahun kedua masa kepemimpinannya bersama Rahma, berbagai program dan kegiatan telah dilakukan dalam rangka mencapai visi dan misi yang telah disusun. Saat ini yang menjadi titik berat kepemimpinannya adalah bagaimana perekonomian Tanjungpinang ini berkembang.

"Tujuan kami (Coffee Morning) inilah, mendengar kritikan, keluhan dan masukan. Nanti masing-masing OPD yang mendengar ini membuat kesimpulan," kata Syahrul.

Selain itu, Syahrul juga menyampaikan bahwa kondisi perekonomian di seluruh Indonesia mengalami kelesuan, begitu juga dengan Kota Tanjungpinang. Hal tersebut menurutnya tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pemko Tanjungpinang harus ada formula dan cara yang tepat dalam menghadapi perekonomian yang fluktuatif seperti sekarang ini. 

"Perekonomian Tanjungpinang saat ini membutuhkan kerjasama dari kita semua, baik pemerintahan maupun pengusaha dan pelaku usaha lainnya," tegasnya.

Menurut Syahrul, banyak hal yang harus dilakukan dalam mengembangkan perekonomian Tanjungpinang. Salah satunya adalah harus mencoba meningkatkan investasi di Kota Tanjungpinang baik dalam maupun luar negeri. 

"Investasi ini sangat diperlukan untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat Kota Tanjungpinang. Berbagai kemudahan dalam berinvestasi harus diberikan tanpa melanggar peraturan dan undang-undang yang berlaku," ujarnya.

Untuk itulah, kata Syahrul dilaksanakan kegiatan ini dalam rangka mencari solusi dalam menghadapi perkembangan ekonomi di Tanjungpinang. 

"Tentunya kegiatan ini tidak hanya sampai disini. Kami jadwalkan setiap 3 bulan pertemuan. Hasil hari ini kami akan lihat 3 bulan kedepan, apa hasilnya. Regulasi apa yang kita lakukan. Ini penting kami lakukan untuk bersinergi membangun Kota Tanjungpinang," pungkasnya. (Albet)





Berita Terkait
Lihat Semua