Kuasa Hukum Akan Hadirkan Dua Saksi Ahli Meringankan Nurdin Basirun
07 Februari 2020
Gubernur Kepri Nurdin Basirun (tengah) dikawal Penyidik KPK dan petugas Bandara serta personel TNI AU di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis (11/7/2019) lalu. Kuasa Hukum Nurdin Bariun, Andi Muhammad Asrun, akan menghadirkan dua saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi suap dan gratifikasi dengan terdakwa selaku Kuasa Hukum Gubernur Kepri Non Aktif Nurdin Basirun, yang akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu 12 Fubruari 2020 mendatang. (Foto: Dokumen inilahkepri.com)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Andi Muhammad Asrun menyatakan akan menghadirkan dua saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi suap dan gratifikasi dengan terdakwa selaku Kuasa Hukum Gubernur Kepri Non Aktif Nurdin Basirun, yang akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu 12 Fubruari 2020 mendatang. 

Dua saksi ahli tersebut, adalah ahli pidana dan ahli hukum administrasi negara.

"Dua saksi ahli yang nantinya akan dihadirkan di persidangan yakni, Profesor Dr Mudzakkir, Ahli Pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) dan Profesor Dr Dian Puji Simatupang, Ahli Hukum Administrasi Negara dari Universitas Indonesia (UI)," terang Andi, Jumat (7/2/2020).

Sebelumnya, terkait akan dihadirkannya saksi ahli pada sidang lanjutan tersebut telah disampaikan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang menangani perkara ini. 

"Kenginan kita untuk menghadirkan saksi ahli ini juga sudah disampaikan kepada JPU KPK dan Pengadilan," ujarnya.

Andi menyebut, tujuh saksi yang dihadirkan pada agenda persidangan Rabu 5 Februari 2020, tidak ada satupun yang memberatkan kliennya.

"Namun memang benar ada sejumlah kepala OPD yang mengaku memberikan bantuan, tetapi tidak masuk ke kantong pribadi Pak Nurdin," jelasnya.

Masih dikatakan Andi, dari keterangan para saksi itu, menyebutkan jika uang yang mereka berikan digunakan oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun untuk kegiatan amal kepada masyarakat miskin. 

Selain itu, juga digunakan untuk membantu pembangunan  masjid, serta hadiah pertanyaan kepada anak-anak ketika kliennya itu berkunjung ke pulau-pulau. 

"Jadi uang yang diberikan itu tidak untuk pribadi. Ada juga untuk digunakan biaya makan bersama para jamaah subuh," jelasnya kembali.

Sesuai jadwal, kata Andi, agenda sidang mendengarkan keterangan saksi-saksi diprediksi akan tuntas pada pekan depan. 

Ditambahkannya, karena ingin persoalan ini segera tuntas, pihaknya pun berharap proses persidangan ini dapat berjalan cepat. Hal ini pula yang menjadi alasan kliennya itu tidak mengajukan eksepeksi setelah mendengarkan dakwaan JPU KPK. 

"Semoga keterangan yang diberikan saksi-saksi dapat menggugah hati majelis hakim. Karena apa yang dilakukan Pak Gubernur adalah semata-semata untuk membahagiakan masyarakat Kepri," tutupnya. (Rico)





Berita Terkait
Lihat Semua