Tahun 2019, Tercatat 42 Kasus Kanker Di Tanjungpinang
05 Februari 2020
Ilustrasi. (Foto: Dokumen inilahkepri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang mencatat ada 42 kasus kanker yang terjadi di Kota Tanjungpinang sepanjang tahun 2019. 

Kanker payudara yang diderita kaum perempuan merupakan jenis kanker pertama terbanyak yang ditemukan, yakni sebanyak 21 kasus (50 persen), disusul kanker serviks sebanyak 6 kasus, dan terbanyak ketiga yakni kanker tyroid sebanyak 3 kasus.

"Ada leukimia, kanker paru, kanker nasopharing, kanker kulit, kanker abdomen dan beragam kanker lainnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam kepada INILAHKEPRI, Selasa (4/2/2020).

Rustam mengatakan, data itu tercatat ketika Pemerintah Kota Tanjungpinang memberikan bantuan pengobatan rujukan bagi penyintas kanker pada tahun lalu. Para penyintas kanker ini hampir semuanya menjalani pengobatan rujukan ke daerah dan bahkan hingga ke Jakarta.

"Sebagian besar dirujuk ke Batam dan Jakarta. Tetapi ada juga yang dirujuk ke Padang, Pekanbaru dan Medan," katanya.

Selain data tersebut, lanjut Rustam, pihaknya juga menerima laporan dari Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang tentang kasus kanker yang ditangani pihak rumah sakit tersebut. 

Tahun 2019 lalu, RSUP Raja Ahmad Thabib telah menangani sebanyak 168 kasus kanker.

"Kasus kanker yang ditangani pihak RSUP Raja Ahmad Thabib terdiri dari kanker payudara 128 kasus, kanker leher rahim 15, kanker nasofaring 5, kanker kelenjar getah bening 3, kanker paru 8, kanker rectum 3, kanker kulit 3 dan kanker mulut ada 4 kasus," ujarnya.

Kasus kanker yang seringkali ditemukan disebut Rustam umumnya pada kondisi stadium lanjut. Dimana terbanyak adalah kanker payudara dan kanker serviks yang sebenarnya bisa dicegah dan dideteksi secara dini di Puskesmas maupun rumah sakit terdekat. 

"Maka diimbau kepada kaum perempuan untuk dapat mengikuti Skrining Sadanis (Periksa payudara secara klinis) dan IVA (inspeksi visual asam asetat) di Puskesmas terdekat," imbuhnya.

Rustam menambahkan, bahwa Dinkes selama ini terus gencar melalukan sosialisasi pencegahan kanker di Posyandu, majelis taklim dan beberapa pertemuan masyarakat lainnya. 
"Pemeriksaan IVA dan SADANIS dapat dilakukan di seluruh Puskesmas, baik di dalam gedung maupun di masyarakat. Demikian juga pendampingan untuk pasien-pasien kanker senantiasa dilakukan," ujarnya. (Albet)





Berita Terkait
Lihat Semua