Masyarakat Diimbau Waspada DBD Dibanding Virus Korona
28 Januari 2020
Kadinkes Kepri, Tjetjep Yudiana. (Foto: Dokumen inilahkepri/Albet)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tiap tahunnya terus meningkat, dari pada isu virus korona.

"Penyakit DBD lebih menakutkan karena tiap tahunnya terus meningkat dan ada di depan mata, dibandingkan virus korona yang belakangan heboh," ungkap Kepala Dinkes Kepri, Tjetjep Yudayana Selasa (28/1/2020).

Data dimiliki, lanjut Tjetjep, pada Januari 2020 ini sudah tercatat sebanyak 70 kasus penyakit DBD se-Provinsi Kepri. Walaupun sejauh ini kasus DBD belum ada memakan korban, tetapi jumlah tersebut cukup tinggi dan mengkhawatirkan.

"Dengan terus mengalami peningkatan, sebaiknya kita juga fokus DBD serta perlu atensi khusus dari pemerintah maupun masyarakat," ujarnya.

Tjetjep juga membeberkan, selama periode 2019 terdapat sekitar 800 kasus DBD, dan 80 kasusnya hingha korban meninggal dunia. Apabila dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 500 kasus DBD.

Menurutnya, tingginya kasus DBD di Kepri, dikarenakan masih banyak masyarakat yang lalai melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Seperti di bak mandi, tempat penampungan air, dispenser, pendingin, kaleng, ban bekas, serta sampah plastik yang ada di halaman depan rumah.

"Sarang-sarang nyamuk itu harus sering dibersihkan. Menguras, menutup, dan mengubur (3M) adalah langkah utama untuk membasmi jentik-jentik nyamuk di rumah dan lingkungan sekitar," terangnya.

Tjetjep mengaku pihaknya selalu aktif melakukan upaya sosialisasi dan melakukan aktivitas fogging guna meminimalisir persebaran nyamuk.

"Fogging atau pengasapan merupakan salah satu cara efektif membunuh nyamuk pembawa virus DBD," pungkasnya. (Rico)





Berita Terkait
Lihat Semua