Jaksa Geledah Ruang Kabid Aset BPKAD Tanjungpinang
28 Januari 2020
Jaksa Kejaksaan Negeri Tanjungpinang melakukan penggeledahan di rang Yudi Ramdani, Kepala Bidang Aset di BPKAD Kota Tanjungpinang., Selasa (28/1/2020). penggeledahan dilakukan terkait proses penyidikan atas dugaan korupsi BPHTB di Pemerintahan Kota Tanjungpinang. (Foto: Albet)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Selasa (28/1/2020),  menggeledah ruangan Kepala Bidang Aset di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tanjungpinang, terkait dugaan korupsi pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) tahun 2018-2019.

Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Ahelya Abustam mengatakan, penggeledahan dilakukan terkait proses penyidikan atas dugaan korupsi BPHTB di Pemerintahan Kota Tanjungpinang.

"Ada 2 lokasi penggeledahan, pertama ruangan salah satu Kabid BPKAD (Kabid Aset) dan salah satu rumah di Perumahan Cluster Gesya Kilometer 8," kata Ahelya Abustam didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus.

Rumah di Perumahan Cluster Gesya Kilometer 8 yang turut digeledah diketahui merupakan kediaman Yudi Ramdani, yang tak lain Kabid Aset BPKAD Tanjungpinang.

Dalam penggeledahan itu, kata Ahelya, pihaknya mengamankan beberapa dokumen yang berkaitan dengan penyidikan BPHTB dan satu unit laptop. 

"Semua dokumen kami pilah-pilih dulu, jika tidak ada berkaitan dengan penyidikan, kita pulang kembali ke yang bersangkutan," ujarnya.

Ahelya menjelaskan, bahwa proses penyidikan kasus dugaan korupsi BPHTB itu masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara. Ia memastikan bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan menetapkan tersangka pada dugaan korupsi BPHTB di Pemko Tanjungpinang tersebut.

"Penyidikannya pada tahun 2018 dan 2019, terduga 2 orang. Tadi pemiliknya dibawa untuk jadi saksi penggeledahan," ujarnya.

Ia menyebutkan, dalam tahap penyidikan ini pihaknya telah memeriksa sebanyak 15 orang, termasuk pegawai di Pemerintahan Kota Tanjungpinang dan pihak swasta. 

"Masih ada saksi yang panggilan dalam waktu dekat, secepatnya selesai penyidikan," pungkasnya. (Albet)





Berita Terkait
Lihat Semua