Pengiriman Daging Babi Dari Sumut Ditutup
24 Januari 2020
Berbagai komoditas olahan daging babi hasil tegahan Kantor Karantina Pertanian Tanjungpinang. Kantor Karantina Pertanian Tanjungpinang kini fokus pada penguatan pengawasan barang bawaan berpotensi terhadap penyebaran virus ASF. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kepala Kantor Karantina Pertanian Tanjungpinang, Donni Maksydayan mengatakan, pihaknya telah menutup masuknya daging babi asal  Sumatera Utara (Sumut).

Penutupan pengiriman daging babi asal Sumut ini setelah terdeteksinya virus penyakit  African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi di daerah tersebut.

Menurutnya, sebagian besar negara di Asia saat ini telah ditemukan adanya virus ASF. Hanya Malaysia dan Singapura yang belum didapati adanya penyakit menular pada babi tersebut. 

"Dan tahun lalu ditemukan di Sumatera Utara. Ini yang kita khawatirkan. Makanya kita telah menutup pengiriman Babi dari Sumatera Utara," pungkasnya.

Pada kesempatan ini, Donni memastikan di Kepri belum ditemukan adanya Virus ASF.

"Makanya penting untuk melakukan pencegahan. Dan kita harus bertindak tegas terhadap produk makanan yang dibawa dari luar. Apa pun. BAik jadi atau setengah jadi, jika berpotensi harus kita cegah masuk" tegasnya. 

Untuk diketahui, African Swine Fever (ASF) atau demam Babi Afrika merupakan virus yang tidak berbahaya bagi manusia, tetapi mematikan untuk babi. Sejauh ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah penularan virus tersebut.(Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua