PPDB 2020, Sistem Zonasi Berkurang Jadi 50 Persen
23 Januari 2020
Kadisdik Kepri, Muhammad Dali. (Foto: Rico)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah mengeluarkan kebijakan baru tentang sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi tahun ajaran 2020-2021. Pada tahun PPDB 2020, kuota jalur zonasi berkurang menjadi 50 persen.

Terkait hal tersebut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri), Muhammad Dali memberikan penjelasan. Menurutnya, untuk PPDB tahun ini ada perubahan sesuai Peraturan Kemendikbud Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB, memastikan PPDB 2020 tetap menggunakan zonasi. Namun ada beberapa perubahan soal sistem zonasi sehingga terdapat perbedaan antara zonasi PPDB 2019 dan PPDB 2020.

"Komposisi sistem PPDB saat ini, kuota jalur zonasi 50 persen, jalur prestasi 30 persen, jalur afirmasi 15 persen kemudian jalur perpindahan orang tua 5 persen. Sedangkan komposisi tahun 2019 lalu, kuota jalur zonasi 90 persen," papar Dali di Gedung Daerah Tanjungpinang, Kamis (23/1/2020).

Dali melanjutkan, sama seperti tahun sebelumnya, untuk jalur prestasi terbagi dua, yakni jalur prestasi akademik dan nonakademik. Hal ini disesuaikan dari jumlah 30 persen itu, pemerintah daerah yang berwewenang menentukan proporsi persentasenya.

"Sedangkan untuk jalur afirmasi berdasarkan pemilik atau pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP)," jelasnya.

Jalur afirmasi adalah PPDB yang dikhususkan bagi siswa yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu. 

Bercermin dari tahun-tahun sebelumnya tetap akan ada pengaruhnya PPDB dengan sistem zonasi tersebut. Hal itu kata Dali dikarenakan sejalan dengan kengingnan masyarakat yang tetap muncul sekolah unggulan atau sekolah favorit.

"Oleh karena itu, untuk PPDB tahun ini kita akan melaksanakan sesuai dengan kenginan dalam Peraturan Menteri supaya menghilangkan paradigma masyarakat dengan sekolah favorit tersebut," pungkasnya.(Rico)





Berita Terkait
Lihat Semua