Limbah Minyak Hitam Rugikan Pengusaha Resort di Lagoi Hingga Miliaran Rupiah
21 Januari 2020
Puluhan drum berisi limbah minyak hitam yang dikumpulkan dari kawasan pantai Nirwana Resort Lagoi. Ada 9 resort terdampak limbah minyak hitam yang menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah. (Foto: Rico)
INILAHKEPRI, BINTAN - Limbah minyak hitam (sludge oil) yang mencemari kawasan pantai wisata Lagoi, Kabupaten Bintan, mengakibatkan kerugian materi bagi sejumlah pengusaha resort yang terdampak.

Group General Manager PT Bintan Beach International Resort (BBIR) Abdul Wahab mengatakan, akibat limbah tersebut total kerugian yang diderita oleh sejumlah resort di kawasan wisata lagoi setiap tahunnya mencapai Rp 2,3 miliar lebih.

"Jumlah miliaran rupiah ini kerugian sekitar sembilan resort yang terkena dampak limbah," ungkap Abdul Wahab di Nirwana Garden, Lagoi, Bintan, Selasa (21/1/2020).

Dijelaskannya, jumlah hingga miliaran tersebut merupakan biaya untuk penggantian handuk yang terkontaminasi limbah, pembebasan biaya menginap pengunjung yang kecewa, hingga melakukan ekstra service yang diberikan sebagai pengganti rasa kecewa tamu.

Berdasarkan data yang dihimpun dari manajemen BBIR sepanjang November 2019 lalu hingga Januari 2020 ini, ada sebanyak 9 resort yang pantainya tercemar limbah minyak.

"Ke-9 resort tersebut yakni Ria Bintan, Club Med, Bintan Lagoon, dan Nirwana Garden. Kemudian Banyan Tree, Sanchaya Hotel, Lagoi Bay, dan Pantai Indah," terangnya.

Periode November 2019 - Januari 2020 ratusan drum minyak hitam dikumpulkan dari pantai di resort yang ada di Lagoi: Ria Bintan 15 drum limbah, Club Med 65 drum limbah, Bintan Lagoon 128 drum limbah, Nirwana Gardens 114 drum limbah, Banyan Tree 22 drum limbah, Sanchaya Hotel 5 drum limbah, Lagoi Bay 22 drum limbah dan Pantai Indah 1 drum limbah dengan total keseluruhan 372 drum limbah minyak hitam. (Rico)





Berita Terkait
Lihat Semua