Desember 2019, Tanjungpinang Inflasi 1,17 Persen
21 Januari 2020
Pedagang sayur di Pasar Baru, Tanjungpinang. Desember 2019, Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 1,17 persen diantaranya dipicu oleh harga bayam, bawang merah, cabai merah, ikan tongkol. (Foto: Dokumen inilahkepri.com)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang mencatat sepanjang Desember 2019 lalu, Tanjungpinang mengalami inflasi 1,17 persen. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang mengklaim, angka inflasi ini masih dianggap stabil.

"Saat ini inflasi di Kota Tanjungpinang masih terus stabil, ini merupakan suatu prestasi bagi Kota Tanjungpinang yang harus terus dijaga," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang, Mangamputua Gultom saat menghadiri rapat TPID Kota Tanjungpinang di kantor Wali Kota Tanjungpinang, Selasa (21/1).

Menurut Gultom, komoditas dominan pemicu Inflasi di Kota Tanjungpinang selama bulan Desember lalu meliputi bayam, bawang merah, cabai merah, ikan tongkol dan lainnya. Tak hanya itu, katanya, beberapa komoditas lain juga memberikan andil deflasi berupa ikan kembung, cabai rawit, kacang tanah dan ikan lele.

Dalam rapat TPID Kota Tanjungpinang yang dipimpin Wali Kota Tanjungpinang itu, Bank Indonesia (BI) perwakilan Kepri, Fadjar Majardi juga memaparkan, bahwa secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada Tahun 2019 tecatat lebih tinggi dari tahun sebelumnya. 

Kinerja perekonomian ini mengindikasikan momentum pertumbuhan ekonomi Kepri yang tetap terjaga dalam fase peningkatan sejak pertengahan tahun 2017. Indeks Harga konsumen (IHK) Kepri pada Desember 2019 mengalami inflasi sebesar 1,27 persen di bandingkan November 2019 tercatat deflasi sebesar 0,03 persen.

Sementara itu, Perwakilan Bulog Hendra Gunafy mengatakan, ketersediaan stok beras saat ini terdata sekitar 2.560 ton. Sedangkan komoditi lain seperti minyak goreng 2.992 liter, dan stok daging beku yang ada di gudang sebanyak 8 ton. 

"Dengan data yang ada, ketersediaan ini masih tergolong aman dan mencukupi untuk beberapa bulan kedepannya," ujarnya.

Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul menyebutkan bahwa untuk perkembangan harga bahan komoditas bahan pokok di Kota Tanjungpinang saat ini masih tergolong stabil seperti yang telah disampaikan dalam rapat TPID sebelumnya. Tetapi untuk harga cabai perlu diperhatikan dan dilakukan pemantauan secara khusus. 

"Saya sangat mengapresiasi atas kerja keras TPID Kota Tanjungpinang yang sudah bekerja dengan baik dan maksimal dalam mengendalikan inflasi selama ini, semoga dapat terus dijaga dan dikawal dengan baik hal yang sudah kita laksanakan ini," imbuhnya.(Albet)





Berita Terkait
Lihat Semua