Isdianto Tawarkan Tebar Jaring dan Oil Boom Sebagai Solusi Penanganan Limbah Minyak Hitam
21 Januari 2020
Plt Gubernur Kepri Isdianto bersama FKPD, sejumlah Kepala OPD Pemprov Kepri dan pihak Bintan Resort Cakrawala saat meninjau limbah minyak hitam di gudang penampungan sementara limbah B3 di Nirwana Resort, Selasa (21/1/2020). Isdianto menawarkan sejumlah solusi penanganan limbah minyak hitam sementara, yakni pemasangan jaring dan oil boom. (Foto/Rico)
INILAHKEPRI, BINTAN - Plt Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Isdianto dan sejumlah Pimpinan FKPD Kepri, Selasa (21/1/2020), meninjau sejumlah kawasan wisata Lagoi, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri yang terkena dampak limbah minyak hitam (Sludge Oil).

Ada beberapa solusi dihasilkan sebagai langkah penanganan sementara, diantaranya adalah penebaran jaring atau pemasangan oil boom - peralatan yang digunakan untuk melokalisir atau mengurung tumpahan minyak di air.

"Saat ini solusinya berupa penebaran jaring atau pemasangan oil boom sepanjang garis pantai yang terdampak limbah minyak hitam agar mengurangi jumlah limbah masuk hingga ke garis pantai dan menggangu wisatawan," ujar Isdianto di sela peninjauan.

Di kawasan Lagoi, pelaksanaan penanganan sementara ini nantinya akan melibatkan pihak Bintan Resort Cakrawala (BRC). Hal serupa juga rencananya akan dilakukan di sejumlah kawasan pantai, salah satuntya Pantai Trikora.


Selain itu, lanjut Isdianto, Isdianto menjanjikan akan duduk bersama FKPD, membahas langkah penanganan, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang demi menjaga iklim dunia pariwisata di Kepri. 

"Mengingat limbah minyak hitam ini musiman yang selalu terjadi pada angin utara maka, maka harus didudukkan. Ini tidak bisa selesai di sini. Harus kita lakukan rapat koordinasi lebih lanjut untuk mengantisipasi dampak dari kejadian ini. Semuanya harus duduk bersama untuk memecahkan masalah ini secara serius," papar Isdianto lagi.

Sebagaimana diketahui, limbah minyak hitam yang memenuhi kawasan pantai di Bintan berdampak kepada pariwisata.  Diduga, limbah tumpahan minyak hitam yang memenuhi pantai Bintan diduga berasal dari perairan Operational Port Limited (OPL) yang di bawa ombak sampai ke pinggir pantai. (Rico)




Berita Terkait
Lihat Semua