Majukan Pariwisata Di Tanjungpinang, Surjadi Todong OPD Gelar Iven Wisata
16 Januari 2020
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang, Surjadi. (Foto: Istimewa/Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, Surjadi mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat bergotongroyong mengembangkan pariwisata di Kota Tanjungpinang. Pasalnya, sektor pariwisata dianggap sebagai penggerak utama ekonomi Kota Tanjungpinang.

"Tahun ini, 49 iven pariwisata ini ada yang sudah dihasilkan oleh OPD lain, namun ada juga senggaja kami 'todong' untuk dibuat di perubahan (APBDP)," kata Surjadi saat meluncurkan Calender of Event (CoE) Pariwisata Kota Tanjungpinang tahun 2020 di gedung kesenian Aisyah Sulaiman, Rabu (15/1) pagi.

Menurut Surjadi, bahwa OPD yang sudah menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan kegiatan yakni salah satunya di Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang. DP3 tahun ini akan menggelar iven Bukit Manuk Festival di bulan November mendatang.

"Contoh di dinas DP3, kami nodong untuk membuat event Bukit Manuk Festival, bagaimana Bukit Manuk itu dikemas sedemikian menariknya itu kita buat iven sehingga orang mengenal bukit Manuk, karena luar biasa lanskapnya, yang kedepan akan menjadi andalan pariwisata kita," katanya.

Selain itu, kata Surjadi, pihaknya juga menggandeng kelompok-kelompok masyarakat serta etnis tertentu yang memiliki tradisi-tradisi menarik untuk bergotongroyong memajukan pariwisata di Kota Tanjungpinang. Sehingga, target kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini berjumlah 160 ribu dan 350 ribu wisatawan nusantara tercapai.

"Kami bercita-cita, sesuai visi dan misi RPJMD Kota Tanjungpinang, kami menyepakati bahwa pariwisata menjadi penggerak utama ekonomi kota ini," ungkapnya.

Di sektor pariwisata, kata Surjadi, setidaknya jika pariwisata maju, maka sektor lainnya akan turut mendapatkan manfaatnya atau multiplier effect. "Multiplier effect pariwisata ini luar biasa, tidak hanya pajak hotel dan restoran, tetapi juga transportasinya jalan, kulinernya jalan, guide (Pramuwisata) dan cendera matanya juga jalan," ujarnya.

Tahun ini, kata Surjadi, Pemko Tanjungpinang bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berkomitmen akan membenahi sejumlah destinasi di Pulau Penyengat. Bahkan, tahun ini juga akan dibangun pusat oleh-oleh Kota Tanjungpinang yang bekerja sama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tanjungpinang.

"Kami juga sudah menyepakati dengan Dinas Perhubungan untuk dihidupkan lagi Car Free Day, karena di kota-kota lain, Car Free Day adalah iven mingguan yang menarik untuk di kunjungi orang yang saat ini belum maksimal dilaksanakan," tuturnya.

Berkaca di tahun 2019 lalu, Surjadi menjelaskan, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanjungpinang melebihi target 150 ribu orang yakni 157 ribu orang. Bahkan, Kota Tanjungpinang dianggap turut serta ketercapaian kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, sehingga Provinsi Kepri menjadi provinsi nomor 2 kunjungan wisatawan mancanegara terbanyak setelah Bali.

"Hasil kunjungan wisatawan mancanegara per Desember, ternyata sudah dinobatkan, Kepulauan Riau nomor 2 se Indonesia setelah Bali, sah mengalahkan DKI Jakarta sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara," imbuhnya.

Kedepan, Surjadi berharap, bahwa Kota Tanjungpinang menjadi salah satu kota yang menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara ke Indonesia. "Pariwisata ini diharapkan menjadi industri yang memajukan perekonomian Kota Tanjungpinang," pungkasnya. (Albet)





Berita Terkait
Lihat Semua