Melihat Potensi Pariwisata Tambelan
16 Januari 2020
Pulau Nangka, Tambelan. Selain memiliki pemandangan yang indah, pulau berjarak tempuh 90 menit perjalanan dari Pulau Tambelan ini juga menjadi tempat bertelurnya penyu. (Foto: Istimewa/@wonderfultambelan)
INILAHKEPRI, BINTAN - Rencana Maskapai Penerbangan Susi Air membuka rute penerbangan Tanjungpinang-Tambelan diyakini akan memberikan dampak positif bagi dunia pariwisata di Kabupaten Bintan. Lalu apa saja objek wisata yang dapat dinikmati di kecamatan terjauh di Kabupaten Bintan itu?

Kepala Dinas Pariwisata Bintan Wan Rudi Iskandar menjelaskan, Tambelan memiliki portensi pariwisata yang luar biasa. Mulai dari wisata memancing, wisata alam bawah laut, hingga melihat penyu bertelur di pantai di pulau-pulau yang tersebar di kawasan tersebut.

"Tambelan memiliki terumbu karang yang sangat indah dan alami. Di Tambelan dikenal masih kaya dengan potensi ikan. Di sana juga ada banyak penyu bertelur secara alami atau ditangkarkan oleh masyarakat lokal di pulau-pulau sekitar," papar Wan Rudi, Kamis (16/1/2020).

Pulau Tambelan. (Foto: Istimewa/@wonderfultambelan)

Hanya saja, lanjut Wan Rudi, potensi pariwisata dimiiliki Tambelan selama ini belum terbuka karena terkendala transportasi. Selama ini, Tambelan masih dibatasi oleh transportasi laut dengan waktu tempuh hingga 20 jam. 

"Dengan adanya penerbangan ke Tambelan, maka diharapkan potensi alam yang dimiliki Tambelan akan lebih dikenal banyak orang," pungkasnya.

Peluang Bagi Warga Tempatan

Menurut Wan Rudi, terbukanya akses penerbangan menuju Tambelan ini akan menjadi peluang bagi masyarakat Tambelan dalam mengembangkan pariwisata setempat.

" Ini akan Membuka peluang bagi anak tempatan untuk mengembangkan wisata lokal," katanya.

Aksesibilitas yang kini terbuka dia sebut akan membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk mengembangkan amenitas dan atraksi yang juga menjadi syarat pengembangan pariwisata.

Warga di Tambelan dia katakan dapat mengembangkan penginapan yang menjadi bagian amenitas.

"Kalau mengenai pengembangan hotel, ini tentu tidak terlepas dari pihak swasta untuk berinvestasi," kata Wan Rudi lagi.

Dengan adanya wisatawan yang akan berkunjung, lanjutnya, warga di Tambelan juga dapat menggelar atraksi yang berdampak kepada perekonomian masyarakat sekitar.

"Snorkeling atau diving misalnya. Di sana terumbu karangnya sangat bagus. Atau waraga juga dapat membuat paket wisata melihat penyu," terang Wan Rudi lagi.

Ilustrasi: Telur penyu. Di Tambelan, hampir setiap pulau yang ada menjadi tempat habitat penyu. (Foto: Andri Mediansyah)

Membagi Kluster Pasa Wisata

Menurut Wan Rudi, terbukanya akses penerbangan menuju Tambelan memberi peluang bagi pihak swasta untuk berinvestasi. Peluang yang menurut selama ini terkendala transportasi.

Menurut dia, sejauh ini telah ada sejumlah investor yang menyatakan kesediannya berinvestasi di Tambelan, yakni membangun resort dan hotel.

"Berbicara investasi, tentu tidak terlepas dari swasta. Hanya saja yang terpenting warga setempat juga dilibatkan. Misalnya warga yang memiliki lahan memliki saham atas resort atau hotel yang diusahakan," paparnya.

Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas Pariwisata disebut Wan Rudi akan membagi kluster dalam pengembangan fasilitas pariwisata, yakni pasar lokal dan pasar asing.

"Untuk asing ini akan melibatkan pihak swasta," tandasnya.

"Pengembangan wisata di Lagoi ini memang butuh kerja keras dan waktu yang lama. Kita dapat berkaca dari Lagoi yang membutuhkan waktu cukup lama," katanya lagi. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua