LAM Kepri Akan Berikan Gelar Adat Kepada Panglima TNI
14 Januari 2020
LAM Kepri menggelar rapat bersama Plt Gubernur Kepri, Isdianto di gedung LAM, Tepi Laut, Tanjungpinang, Selasa (14/1/2020). LAM Kepri berencana memberikan gelar adat kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (Foto: Istimewa)

INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto direncanakan akan menerima gelar adat oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

 

Ini disampaikan oleh Ketua LAM Kepri, Abdul Razak. Rencana tersebut kini tengah dimatangkan, termasuk persiapan menjelang acara pemberian gelar adat.

 

"Saat ini kita sedang mematangkan persiapannya. Seperti waktu, lokasi, berikut pakaian yang akan dikenakan Panglima TNI saat menerima gelar adat tersebut nanti," ungkap Abdul Razak usai rapat bersama Plt Gubernur Kepri, Isdianto di gedung LAM, Tepi Laut, Tanjungpinang, Selasa (14/1/2020).

 

Namun demikian, Abdul Razak belum dapat menyebutkan dengan lengkap gelar adat apa yang akan diberikan. Karena sedang dibahas bersama seluruh pengurus LAM Kepri.

 

"Kita rencakan Februari mendatang. Mudah-mudahan tak ada hambatan. Sedangkan untuk anggarannya dibutuhkan dana sekitar Rp280 juta. Kami berharap Pemprov Kepri dapat membantu," ujarnya lagi.

 

Pemberian gelar tersebut, lanjut Abdul Razak berdasarkan dua pertimbangan. Pertama, yakni Panglima TNI dinilai sangat berjasa karena telah menjadikan Kepri sebagai pusat Markas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Makogabwilhan) tepatnya di Pulau Dompak, Tanjungpinang.

 

Kemudian jebolan Akademi Angkatan Udara tahun 1986 itu, lanjutnya, menaruh perhatian penuh dalam menjaga pulau terluar Natuna, Kepri dari klaim negara asing maupun aktivitas pencurian ikan ilegal.

 

"Beliau telah menurunkan banyak kekuatan militer di tengah konflik antara Indonesia dan China di laut Natuna Utara belakangan ini," pungkasnya.

 

Di tempat yang sama, Plt Gubernur Kepri, Isdianto mengatakan berkat kesungguhan dan kerja keras Panglima TNI Hadi Tjahjanto akhirnya Makogabwilhan I bisa berlokasi di Kepri. Hal ini tentunya akan berdampak terhadap pertahanan dan keamanan Kepri ke depan.

 

"Kita harapkan dengan begitu semakin banyak investasi yang akan masuk ke Kepri, karena sudah pasti aman dan nyaman dari segi hukum," ujarnya.

 

Isdianto pun menegaskan Pemprov Kepri siap mengakomodir anggaran senilai Rp280 juta yang dibutuhkan LAM Kepri guna menyukseskan acara tersebut.

 

"Besok malam Panglima TNI akan berkunjung ke Tanjungpinang. Kami akan meminta kesediaan beliau untuk menerima gelar ini, bila perlu ukur baju sekalian," tutup Isdianto. (Rico)





Berita Terkait
Lihat Semua