Data BNN, Pemakai Narkoba di Kepri Tembus 26 Ribu Orang
07 Januari 2020
Ilustrasi. (Foto: Albet)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat angka pengguna narkoba di wilayah Kepri hingga saat ini sudah mencapai 26 ribu orang. Batam menjadi kota yang paling dominan pengguna narkoba dibandingkan kabupaten kota lainnya di Kepri.

Kepala BNN Provinsi Kepri, Brigjen Polisi Richard Nainggolan menjelaskan, bahwa data penyalahgunaan narkoba itu merupakan hasil penelitian pihaknya bersama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (UI). Hasilnya, para pengguna narkoba terbesar yakni dari golongan pekerja.

"52 persen pengguna narkoba di Kepri adalah kaum pekerja, sisanya masyarakat umum dan sipil," kata Richard di Tanjungpinang, Selasa (7/1).

Richard menuturkan, mayoritas pengguna narkoba di Kepri merupakan masyarakat yang berada di usia produktif, yakni 20 sampai 50 tahun. Para pengguna narkoba ini tersebar di tujuh kabupaten/kota se Kepri. Dominan ada di Kota Batam.

"Jenis narkoba yang digunakan didominasi sabu-sabu dan ekstasi," ungkapnya.

Disinggung mengenai penindakan hukum tindak pidana narkoba di wilayah Kepri, Richard menyampaikan sepanjang tahun 2019 kemarin, BNN Provinsi Kepri sudah menangani 80 kasus narkoba dengan barang bukti berupa 150 kilogram sabu dan 50 ribu ekstasi.

"Angka (kasus) ini meningkat dibanding tahun 2018, sebanyak 49 kasus dengan barang bukti berupa 50 kilogram sabu, 40 ribu ekstasi, dan 212,94 gram ganja," ujarnya.

Kendati penanganan kasus narkoba Kepri meningkat, kata Richard bukan berarti jumlah pengguna juga ikut meningkat. "Harus berdasarkan data penelitian untuk persentase pengguna narkoba di Kepri setiap tahunnya," pungkasnya. (Albet




Berita Terkait
Lihat Semua