Tujuh Remaja Diamankan Usai Mencuri di Toko
13 Desember 2019
Petugas Polsek Bukit Bestari menunjuk plafon sebuah toko di Gang 45 Tanjungunggat yang jebol dimasuki pencuri, Kamis (12/12/2019). Diketahui pelaku pencurian di toko tersebut adalah tujuh remaja. (Foto: IST)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Warga Gang 45 Kelurahan Tanjungunggat, Kecamatan Bukit Bestari bersama Petugas Bhabinkamtibmas setempat mengamankan tujuh remaja diduga pelaku pencurian di sebuah kios di gang tersebut, Kamis (12/12/2019)

Petugas Bhabinkamtibmas Polsek Bukit Bestari yang bertugas di Kelurahan Tanjungunggat, Aipda Razmudi menjelaskan, diamanakannya ketujuh remaja rata-rata berusia 13-15 tahun itu atas kecurigaan terhadap salah seorang remaja.

"Kami bersama Ketua RT setempat mengintrogasi remaja itu. Awalnya dia tidak mengaku. Setelah dibujuk terus, akhirnya dia mengaku," terang Razmudi.

Remaja berusia 14 tahun itu mengaku melakukan pencurian bersama enam orang temannya yang lain.

Pencurian dijelaskan Razmudi terjadi pada Kamis, sekitar pukul 04.00 WIB. Para remaja yang enam diantaranya putus sekolah itu secara berkelompok mencuri di tok o milik warga bernama Tito Santana. 

Dua orang diantaranya masuk ke dalam toko dengan cara menjebol plafon, lalu mengambil 3 bungkus rokok dan uang hasil penjualan sebesar Rp490 ribu.

"Malam itu mereka kami kumpulkan di rumah Ketua RT4 RW7. Tapi akhirnya kami putuskan membawa ke Kantor POlsek Bukit Bestari," terang Razmudi.

Menurut Razmudi, hal itu dikarenakan menganggap situasi kurang kondusif. Warga yang semakin banyak berkumpul dia sebut diantaranya mulai emosi dan mengira para remaja itulah yang selama ini menyebabkan hilangnya sejumlah barang milik warga sebelumnya.

"Permasalahan ini kemudian diselesai di kantor polsek," tandas Razmudi.

Tito yang menjadi korban memutuskan mencabut laporan dan memutuskan memaafkan kenakalan para remaja itu.

"Malam itu orang tua remaja itu kami panggil. Buat pernyataan untuk membina anak-anaknya," terang Razmudi lagi.

Pihaknya dia sebut menegaskan kepada orang tua pelaku untuk menyekolahkan anak-anaknya.

"Dari ketujuh remaja itu, hanya satu yang bersekolah. Sedangkan enam lainnya putus sekolah. Ini yang kami tekankan kepada orang tua mereka untuk menyekolahkan anak mereka. Para remaja itu juga kami tegaskan supaya tidak mengulang perbuatannya," papar Razmudi. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua