Disbudpar Tanjungpinang Terus Kembangkan Pangkak Gasing
29 November 2019
Perlombaan Pangkak Gasing diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang dalam rangka menyemarakkan Festival Bahari Kepri, 6 November 2019 lalu. (Foto: IST/Disbudpar Kota Tanjungpinang)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Gasing adalah salah satu permainan tradisional yang masih dipertahankan dan terus berkembang dengan baik di Tanjungpinang.

Jenis gasing yang berkembang adalah Gasing Jantung dan Gasing Berembang.

Gasing Jantung lebih banyak dimainkan di Pulau Penyengat, sedangkan Gasing Berembang atau Gasing Nasional banyak dimainkan di Tanjungpinang dan Bintan.

Belum lama ini, 6 Nopember 2019, Kota Tanjungpinang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melaksanakan Festival Pangkak Gasing dalam rangka mendukung Festival Bahari Kepri.

Salah satu peserta lomba Pangkak Gasing. 

Ada 15 tim dari kabupaten kota se Kepri hadir mengikuti ajang tersebut. Bahkan, salah satu tim berasal dari negeri jiran, Singapura. 

"Ini menunjukkan gasing memiliki tempat yang baik untuk dilestarikan," ujar Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Jumat (29/11/2019).

Pada Festival Pangkak Gasing lalu, Tim Lang Orange Karimun berhasil menjadi juara pertama, disusul Paras Gantang B Tanjungpinang di posisi kedua, Jingga Bintan juara ketiga dan Paras Gantang A Tanjungpinang juara keempat. 

Sedangkan untuk kategori Adu Uri, perlombaan di emang Rahman sebagai juara pertama, Ismail juara kedua dan Ariel juara ketiga. 

Sekretaris Disbudpar Kota Tanjungpinang, Syafarudin Ssn, MM (kanan) 

Pada kesempatan ini, Syafarudin menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan perlombaan Pangkak Gasing. 

"Sebagaimana kita ketahui setiap pergelaran Festival Pulau Penyengat, lomba Pangkak gasing selalu kita laksanakan," tutupnya. (adv




Berita Terkait
Lihat Semua