Dua Iven Pariwisata Kepri Dicoret dari Kalender Pariwisata Nasional
07 November 2019
Peserta perlombaan drumband yang menjadi bagian dari Festival Bahari Kepri (FBK) . Tahun 2020 mendatang, FBK dan satu iven pariwisata Kepri lainnya tidak lagi masuk dalam kalender iven pariwisata nasional. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Dua iven pariwisata Kepulauan Riau dicoret dari kalender pariwisata nasional. 

Dua iven dimaksud Yani, Batam Culture Festival dan Festival Bahari Kepri (FBK) yang sebelumnya masuk dalam Calender Of Event 2019 Indonesia tak lagi masuk dalam daftar iven pariwisata nasional pada 2020 mendatang.

Keputusan Kementrian Pariwisata ini menimbulkan kekecewaan pemangku kebijakan di Kepulauan Riau. Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar saat pembukaan FBK 2019 di Gedung Daerah, Selasa (5/11/2019) malam menyampaikan kekecewaannya. 

Dia menilai FBK merupakan salah satu iven yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan  perekonomian masyarakat. 

Kendati demikian, Buralimar menegaskan jika FBK tetap menjadi kalender iven pariwisata Kepri. 

"Tahun depan FBK tetap dilaksanakan," katanya. 

Buralimar menjelaskan, tahun 2019 ini, ada 7 iven pariwisata Kepri yang masuk dalam kalender iven pariwisata nasional. Namun pada 2020 mendatang, Kemenpar RI hanya menetapkan 5 iven saja, yakni Bintan Triathlon, Ironman Bintan, Tour De Kepri, Festival Pulau Penyengat, dan Kenduri Melayu Kepri.

Kekecewaan dihapusnya 2 iven pariwisata Kepri dari kalender iven nasional juga disampaikan Plt Gubernur Kepri Isdianto. 

"Kita sedikit kecewa dengan tidak masuknya FBK ke dalam Calender Of Ivent 2020 mendatang," katanya. 

Kendati demikian, Isdianto tetap optimis hal itu tidak begitu berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke Kepri. 

Potensi yang dimiliki Kepri dia sebut akan mendorong pihaknya untuk meningkatkan kualitas iven yang mampu meningkatkan jumlah wisatawan dan perekonomian. 

Tenaga Ahli Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Bidang Pemasaran Wisata dan Calender Of Event, Esti Reko Astuti mengatakan, tidak masuknya FBK dalam Calender of Event Indonesia 2020 dikarenakan kuota iven yang ditetapkan pemerintah tidak bisa bertambah.

"Apalagi melihat perkembangan iven pariwisata saat ini yang banyak, serta berbagai manfaatnya bagi peningkatan kunjungan wisatawan," tegasnya. 

Namun begitu, Esti mengapresiasi FBK Kepri menjadi salah satu penyumbang terbesar peningkatan jumlah wisman ke Kepri.

"Apalagi Kepri saat ini menjadi daerah ketiga kunjungan wisman terbaik se Indonesia," tambahnya. 

Dia berharap FBK Kepri kedepannya dapat lebih ditingkatkan lagi, baik dari segi inovasi, kreatif, kuliner yang melambangkan ciri khas Melayu serta bagaimana FBK ini mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. (Andri





Berita Terkait
Lihat Semua