Hingga Oktober 2019, Polda Kepri Tangani 11 Kasus Penyebaran Hoaks
31 Oktober 2019
Kabid Humas Polda Kepulauan Riau, Kombes Pol S Erlangga. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Hingga akhir Oktober 2019, Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau telah menangani 11 kasus berita bohong (hoaks) dan telah menetapkan tersangka dengan jumlah yang sama.

Kabid Humas Polda Kepulauan Riau, Kombes Pol S Erlangga menerangkan, penanganan 11 kasus hoaks itu terbagi 4 kasus ditangani Polda Kepri, 1 kasus oleh Polres Tanjungpinang, 2 kasus di Tanjungbalai Karimun, dan 4 kasus oleh Polresta Barelang. 

"Dari sebelas kasus itu, telah ditetapkan 11 tersangka dan satu diantaranya dalam proses lidik," ungkap Erlangga,L lewat pesan singkat, Kamis (31/10/2019).

Menurutnya, kapolisian, dalam hal ini Polda Kepulauan Riau akan bersikap tegas menindak siapa saja yang menyebarkan berita bohong, terlebih mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. 

"Penyebaran hoaks akan berimplikasi dengan pelanggaran hukum," tegasnya.

Erlangga mengimbau masyarakat untuk bijak menyikapinya kabar-kabar yang belum terkonfirmasi kebenarannya. 

"Saring sebelum sharing," imbuhnya.

Era saat ini, kata dia, penyebaran hoaks sangat mudah diperoleh masyarakat, menyebar melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Youtobe. Sebanyak 60 persen penduduk di Indonesia dia sebut mengakses media sosial.

Selain penegakan hukum, Polda Kepri disebut Erlangga juga gencar melakukan edukasi menangkal hoaks. Salah satunya melalui program "Besembang Bercerite". 

Program digagas Kapolda Kepri, Irjen Polisi Andav Budhi Revianto dijelaskan Erlangga  bermakna ngobrol santai di suatu tempat dalam bahasa Melayu.

Lewar program ini kepolisian dia sebut selalu menyelipkan pesan menangkal hoaks, radikalisme, dan terorisme. Kemudian menciptakan situasi aman, damai, dan kondusif. (oma)




Berita Terkait
Lihat Semua