Cogan Dipamerkan di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Tanjungpinang
28 Oktober 2019
Wali Kota Tanjungpinang Syahrul bersama Kepala Museum Nasional Indonesia Drs Siswanto MA melihat Cogan dan Mahkota Sultan Banten yang dipamerkan di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Senin (28/10/2019). Cogan yang merupakan salah satu alat kebesaran erajaan Johor Riau Lingga Pahang.ini akan dipamerkan untuk umum hingga 4 hari kedepan. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Cogan adalah salah satu alat kebesaran atau regalia yang dimiliki Kerajaan Johor Riau Lingga  Pahang. Selama empat hari kedepan, warga bisa melihat langsung bentuk cogan yang kini menjadi koleksi Museum Nasional Indonesia itu di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Tanjungpinang. 

Merunut buku karya Aswandi Syahri & raja Murad (2006), Cogan atau sirih besar berfungsi sebagai alat kelengkapan kebesaran (regalia) dalam adat dan Pemerintahan Kerajaan Johor Riau Lingga dan Pahang. 

Cogan dijadikan sebagai penanda dan simbol legitimasi sultan yang memerintah. Sebagai tombak kebesaran kerajaan.

Fisik cogan berbentuk daun dengan pahatan hiasan bermotif rangkaian bunga-bunga pada bagian tepinya. Pada bagian utama yang menyerupai daun terdapat pahatan tulisan yang dibagi atas tiga bagian:  Pembuka berisi seruan dan pujian kepada Allah; Kedua berisi silsilah atas asal usul Raja-Raja Melayu; dan ketiga bagian penutup yang berisi doa dan puja puji kepada Allah.

Hingga empat hari kedepan (hingga 31 Oktober 2019), Cogan ini dipamerkan dalam sebuah Pameran Temporer di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Tanjungpinang.

Selain Cogan, dalam kegiatan ini juga dipamerkan benda bersejarah lain berupa Mahkota Sultan Banten (periode sebelum tahun 1832).

Selama pameran berlangsung, pengunjung akan diberikan penjelasan oleh petugas museum, termasuk pula mengenai sejarah dan fungsi beberapa benda lain yang turut dipamerkan.

Kepala Museum Nasional Indonesia Drs Siswanto MA menjelaskan, koleksi ini sengaja diperkenalkan kepada masyarakat untuk menunjukkan Indonesia yang sangat beragam.

"Keberagaman ini dirajut oleh Museum Nasional agar mempererat persatuan bukan justru sebaliknya menimbulkan perpecahan," kata Siswanto. 

Dia berharap dengan adanya pameran yang memperkenalkan benda berkaitan dengan budaya dan sejarah di Indonesia ini dapat menghindari perpecahan di masyarakat, terhindar dari intrik politik dan sebagainya.

"Bahwa kita memiliki prinsip memajukan kebudayaan nasional, kita perkenalkan nilai-nilai kebudayaan nasional kepada masyarakat, khususnya di Tanjungpinang," papar Siswanto. (Andri) 




Berita Terkait
Lihat Semua