Upaya Pengujan Kembangkan Pariwisata Berbasis Masyarakat
25 Oktober 2019
Pelabuhan Pulau Pengujan. (Foto: Istimewa)
Keramahan warga desa, makam panjang yang memiliki nilai sejarah, kelong udang, wisata kampung, serta seafood dengan berbagai olahan tradisional Melayu dijadikan kekuatan bagi Desa Pengujan Bintan dalam mempersiapkan diri sebagai desa wisata.

Pewarta : Andri Mediansyah, Bintan

Desa Pengujan berada di sebuah pulau di Kecamatan Teluk Bintan. Letak desa ini tidak jauh dari Kawasan wisata terpadu Lagoi. 

Rabu, 23 Oktober 2019 pagi, di Aula Kantor Desa itu dilaksanakan pertemuan digagas pemerintahan desa setempat. Tokoh masyarakat, tokoh agama, para pemuda, pelaku usaha kecil, termasuk kaum ibu berkumpul memenuhi undangan Kepala Desa setempat, Zulkifli. Di sana juga ada perangkat desa.

Pagi itu mereka berkumpul membahas mengenai kemajuan desa. Topik utama adalah bagaimana menjadikan segala potensi yang dimiliki desa itu menjadi daya tarik, menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung, dapat mendongkrak perekonomian masyarakat yang umumnya nelayan.

Dalam rangka itu, pemerintah desa setempat menghadirkan, Sapril Sembiring, Praktisi Pariwisata Kepulauan Riau. 

"Kita puya modal," ujar Zulkifli meyakinkan tamu dan warganya yang hadir.

Modal itu berupa keramahan masyarakat, wisata sejarah berkaitan dengan sebuah makam berukuran panjang di Pulau Pengujan. Lalu ada kelong udang, suasa kampung yang tenang, dan kuliner berupa seafood dengan olahan tradisional Melayu. 

Selain disebut Zulkifli itu, Pengujan juga memiliki kawasan pantai putih terletak di bagian selatan. Di pantai itu wisatawan bisa melihat bahkan berbaur dengan aktivitas nelayan khusus udang.

'Aktivitas nelayan udang ini bisa dijadikan daya tarik. Dikemas menjadi paket wisata "cedok Udang", menangkap udang di Kelong yang bisa langsung dimasak dan disantap di tepi pantai," papar Zulkifli.

Perangkat Desa Pengujan bersama masyarakat setempat dan Sapril Sembiring foto bersama usai melaksanakan pertemuan. (Foto: Istimewa)

Dalam pertemuan itu juga disepakati dibentuk kelembagaan yang akan mengkoordinir masyarakat, pelaku usaha kecil menengah dan juga perangkat desa untuk menata dan mengembangkan paket paket wisata menarik, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pengujan. Marzuki, salah seorang pelaku usaha rumah makan seafood di sana, terpilih secara aklamasi memimpin Pokdarwis Desa Pengujan. 

Dalam kesempatan ini, Marzuki dengan gamblang menyatakan kebahagiannya.  Keinginan untuk memajukan pariwisata Pulau Pengujan dia sebut sebenarnya sudah sejak lama dia inginkan. Hanya saja, keinginan itu  belum terwujud dikarekan belum punya mitra yang kuat.

"Beruntung kami bisa berjumpa dengan Bapak Sapril Sembiring Praktisi Pariwisata Kepri yang secara sukarela mau membantu Desa Pengujan untuk dikembangkan menjadi Destinasi Wisata khususnya berbasis Masyarakat," ungkap Marzuki. 

Ia berjanji akan berusaha dengan segala kemampuan untuk terus mengembangkan kekuatan dan daya tarik yang ada untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. 

"Tahap awal ini kami bersama sama masyarakatn akan bergotong royong membersihkan kawasan yang akan di kembangkan. Kami akan menyusun pola perjalanan dan paket paket wisata dan menjalin konektivitas dengan travel agent dan resort di sekitar lagoi, Tanjungpinang dan Batam," katanya.

"Ayo ke Pengujan makan Udang. Udang segar dan terbaik," timpalnya. (*)




Berita Terkait
Lihat Semua