80 Persen Rumah di Kepri Ada Jentik Nyamuk
23 Oktober 2019
Petugas dari Dinas Kesehatan Tanjungpinang melakukan pengasapan nyamuk (fogging) di Pemukiman warga di KM 12 Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Catatan Dinkes Kepri, angka bebas jentik di Kepri relatif rendah, hanya berkisar 20 persen. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kepala Dinas Kesehatan, Tjetjep Yudiana mengatakan, angka bebas jentik (ABJ) di Kepulauan Riau relatif sangat rendah, yakni hanya 20 persen.

"Ini artinya 80 persen rumah warga di Kepri ada jentik nyamuk," kata Tjetjep, Selasa (22/10/2019).

Menurutnya, rendahnya ABJ tidak terlepas dari kurangnya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). 

Terlebih saat memasuki musim hujan seperti sekarang ini, warga dia harapkan dapat lebih menggalakkan PSN. Tempat-tempat penampungan air seperti kaleng bekas, botol dan tempurung yang ada di sekitar rumah, dia katakan berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

"Kalau seminggu dibiarkan, satu wadah itu bisa menampung ratusan hingga ribuan nyamuk," ujar Tjetjep.

Hal ini menurutnya menjadikan masyarakat rentan terserang demam berdarah dengue (DBD).

Berdasarkan catatan Dinkes, sepanjang tahun ini (hingga September 2019), tercatat 1.000 kasus DBD di Kepri. Jumlah tertinggi disebut Tjetjep terdapat di Batam, Tanjungpinang dan Karimun.

Sebagai langkah anstisipasi, pemerintah dia sebut akan terus berupaya melakukan gerakan PSN di lingkungan masyarakat, mulai tingkat desa hingga perkotaan. Bentuk upaya berupa fogging atau pengasapan nyamuk serta memaksimalkan petugas juru pemantau jentik (Jumantik) di tiap-tiap rumah warga.

"Saya minta masyarakat juga punya kesadaran untuk memberantas sarang nyamuk. Karena ini jadi tugas kita bersama, bukan hanya pemerintah," imbuhnya. (Oma)





Berita Terkait
Lihat Semua