Bos Kapal Ditemukan Mengapung Tak Bernyawa
21 Oktober 2019
Jenazah Abeng saat akan dievakuasi. (Foto: IST)
INILAHKEPRI, KIJANG - Pemilik kapal pengangkut karet mentah asal Bengkalis, Riau, Hardy Alias Abeng (43), ditemukan tak bernyawa mengapung di samping kapal miliknya KM Mega Pelita yang sedang sandar di Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Bintan Timur, Senin (21/10/2019) pagi.

Korban ditemukan oleh anak buahnya, Samsir (25), sekitar pukul 07.30 WIB .

Samsir yang merupakan buruh angkut itu melihat tubuh Abeng muncul di antara kapal yang sedang bergeser. Ia terkejut melihat boss tempatnya bekerja selama 2 tahun terakhir itu dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Temuan itu lantas dikabarkan Samsir kepada ABK kapal lainnya, Iwanto (23) dan Hermansyah (24). 

Tak lama kemudian petugas kepolisian yang mendapat laporan kejadia kemudian tiba di TKP. Jenazah Abeng, lelaki warga Kelurahan Wonosari, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis itu pun segera dievakuasi dan dibawa ke RSUD Raja Ahmad Thabib, Tanjungpinang.

Dari hasil visum dokter, ditemukan adanya memar di bagian dahi, robek kecil di kening kanan, luka lecet di kedua tangan, memar leher, lebam mayat di bagian punggung. Luka di tubuh korban dicuriagi merupakan benturan tumpul ketika korban jatuh kelaut. Abeng diperkirakan wafat delapan jam sebelum dia ditemukan.

Petugas kepolisian melakukan olah kejadian tempat perkara (TKP). (Foto: Istimewa) 

Pribadi Tertutup

Atas wafatnya Abeng, petugas kepolisian dari Polsek Bintan Timur dan Polres Bintan melakukan olah kejadian tempat perkara. Sejumlah saksi yang merupakan anak buah korban (Samsir, Iwanto dan Hermansyah) juga dimintai keterangannya.

Kepada polisi, ketiga anak buah Abeng menyatakan jika mereka bertemu korban sehari sebelumnya, Minggu (20/10/2019). Mereka menyatakan tidak mendapati hal-hal mencurigakan. Abeng mereka sebut terlihat tidak ada masalah. 

Hanya saja, ketiganya menilai Abeng adalah orang dengan pribadi yang tertutup dan tidak banyak bicara. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua