BNN Periksa Urine Pegawai dan Deteni Rudenim
08 Oktober 2019
Petugas BNN Kota Tanjungpinang memeriksa air seni pegawai Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang, Senin (8/10/2019). Selain pegawai, pemeriksaan urine juga dilakukan kepada rudeni. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Badan Nasional Narkotika ( BNN) Kota Tanjungpinang, Selasa (8/10/2019), berikan sosialisasi sekaligus periksa urine pegawai Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang dan deteni (warga negara asing yang ditempatkan di Rudenim). 

"Akan dilakukan pemeriksaan urine pada beberapa pegawai rudenim, pegawai CPNS yang baru lolos dan beberapa orang warga negara asing yang tinggal di rudenim," kata Kepala BNN Kota Tanjungpinang, Darsono, Selasa. 

Dijelaskannya, kegiatan ini merupakan program rencana aksi nasional pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN)serta penandatanganan nota kesepahaman bersama. 

Pemeriksaan urine, termasuk kepada honorer di Rudenim, memang tidak kepada keseluruhan pegawai dan warga asing. Ini dijelaskan Darsono karena terkendala alat tes yang belum mencukupi baik dari BNN maupun dari pihak rudenim. 

Darsono berharap dengan periksa itu baik pegawai ataupun warga asing terbebas dari penggunaan narkotika. 

"Tentunya kita berharap ASN disini tidak ada yang terindikasi termasuk ASN Tanjungpinang yang kami tangani belum ada terindikasi," tambahnya. 

Kepala Rudenim Tanjungpinang Muhammad Yani Firdaus menjelaskan, total pegawai yang diperiksa air seninya berjumlah 25 orang, ditambah beberapa orang deteni.

Yani menegaskan jika rudeni yang terindikasi mengenakan narkotika akan dipilutus hak-haknya. 

"Kalau Aparatur Sipil Negara  (ASN) di rudenim yang terindikasi penggunaan narkotika itu sudah ada aturannya, pertama diserahkan kepada BNN kemudian jika dia benar-benar pemakai maka ada jalur hukum yang menangani," kata dia. (Andri




Berita Terkait
Lihat Semua