Ade Angga Berharap Restrukturisasi BUMD PT TMB
02 Oktober 2019
Anggota DPRD Tanjungpinang, Ade Angga. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Ade Angga berharap   Direktur Utama dan Direktur BUMD PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) yang belum lama ini dilantik dapat melakukan terobosan. 

Terobosan khususnya disebut politisi Partai Golkar ini dilakukan di bidang restrukturisasi atau perbaikan organisasi.

Dirinya menilai struktur organisasi perusahaan daerah itu cukup gemuk. Berdasarkan laporan keuangan yang diterima DPRD, kata dia, dalam sebulan pengeluran BUMD mencapai Rp260 juta untuk membayar gaji dan tunjangan karyawan.

Pengeluaran ini dia katakan tidak sebanding dengan pemasukan dari kerjasama dengan PT Pelindo I (Persero) berkisar Rp250 juta. 

"Ini jelas-jelas tak sebanding dengan yang dikeluarkan," ujar Ade Angga di Tanjungpinang, Rabu (2/10/2019).

Selain itu, Ade Angga juga menyarankan supaya BUMD membentuk unit usaha baru untuk meningkatkan pendapatan bagi perusahaan maupun daerah, tidak bergantung pada pengelolaan pasar atau kerjasama dengan Pelindo I yang dia katakan bisa jadi tidak langgeng. 

"Kerjasama dengan Pelindo I kapan saja bisa putus. Maka, suka atau tidak harus ada unit usaha yang baru," sebutnya. 

Dalam waktu dekat DPRD disebut Ade akan memanggil direksi BUMD yang baru dilantik untuk memaparkan program dan sektor bisnis yang akan digarap kedepannya.

Ade Angga berharap sektor bisnis yang akan dipaparkan nantinya tidak hanya berorientasi pada bisnis sembako atau biro perjalanan dan pariwisata yang sudah banyak. 

"Kalau bisa yang sedikit saingannya. Nanti akan kita lakukan kajian akademisnya bersama-sama dengan BUMD," tutur Wakil Ketua DPRD sementara tersebut.

Direktur Utama BUMD yang baru dilantik pekan lalu, Famhi, menyampaikan komitmennya akan melakukan pembenahan di internal BUMD di awal kinerjanya. 

Pembenahan menyasar pada regulasi, kontrak-kontrak, dan penguatan Sumber Daya Manusia.

"Bagaimana kita mau menggarap bisnis, kalau SDM-nya saja tidak siap. Perlu penguatan SDM maupun sistem di dalamnya," kata dia. 

Setelah itu, lanjut Fahmi, pihaknya baru akan konsen menggali potensi bisnis yang bisa dikembangkan oleh BUMD.

"Kami akan terus bersinergi dengan isntansi pemerintahan maupun swasta untuk menghasilkan PAD bagi Kota Tanjungpinang," kata Fahmi. (Oma




Berita Terkait
Lihat Semua