Tinjau Lokasi Pasar Induk, Rahma Pastikan Tak Ada Masalah Terkait Lahan
02 Oktober 2019
Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma (tengah) bersama BPPW, BPN, Disperindag Provinsi Kepri, pemilik lahan dan sejumlah Kepala OPD Pemko Tanjungpinang, meninjau lokasi bakal Pasar Induk Modern Kota Tanjungpinang di Jalan Salam, KM 8 Atas, Rabu (2/10/2019). (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Wakil Wali Kota Tanjungpinang Rahma memastikan tidak ada permasalahan terkait lahan rencana pembangunan Pasar Induk Modern Tanjungpinang di Jalan Salam, KM 8 Atas. 

Hal ini ditegaskan Rahma usai meninjau lokasi bakal pembangunan pasar, Rabu (2/10/2019) siang. 

Rahma tidak menampik soal adanya  warga sekitar yang mempertanyakan mengenai akses jalan menuju pasar. 

"Tapi itu tidak ada masalah karena ada lahan khusus yang digunakan untuk jalan masuk ke pasar. Dan permasalahan ini sebelumnya sudah dilakukan audensi bersama warga, termasuk pemilik lahan, " ujar Rahma. 

Dia memastikan lahan tempat lokasi pasar, termasuk akses jalan, tidak akan mengganggu pemukiman warga di sekitar.

"Hari ini kita cuma memastikan kepada pihak kementrian bahwa lokasi untuk lahan pasar telah tersedia dan tidak ada persoalan," tandasnya. 

Mengenai kelayakan lahan ditinjau dari kondisi alam mengingat berada di kawasan rawa (berdekatan dengan hutan bakau), Rahma menegaskan itu nantinya tergantung dari hasil kajian BPPW Kepri yang akan membangunnya. 

" Maka dari itu hari ini BPPW, termasuk BPN dan Disperindag Provinsi kami ajak untuk meninjau langsung lokasi ini," terang Rahma.

Dalam kesempatan ini, Kepala BPPW Kepri, Albert Reinaldo menyebut jika Kementrian Perdagangan telah mengirimkan surat kepada Kementrian PUPR terkait soal rencana pembangunan Pasar Induk Modern Kota Tanjungpinang.

Pada prinsipnya, kata dia, pembangunan akan dilaksanakan jika segala sesuatu menyangkut syarat, baik hukum maupun administrasi mengenai lahan yang akan digunakan tidak memiliki permasalahan. 

"Intinya lahan dan akses jalan  ini harus clear dan clean. Selain itu Harus ada dokumen lingkungan, DED dan sesuai RTRW," sebutnya. 

"Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan kajian kelayakannya," tambah Albert. 

Rahma menambahkan, Pasar Induk Modern Tanjungpinang rencananya dibangun menggunakan dana APBN tahun anggaran 2020. Pasar Induk ini rencananya dibangun di atas lahan seluas 3,3 hektar. (Andri





Berita Terkait
Lihat Semua