Jurnalis Tanjungpinang - Bintan Suarakan Stok Kekerasan Jurnalis dan Aktivis
01 Oktober 2019
Aksi unjuk rasa digela jurnalis di Ta Jun dan Bintan di Simpang Pamedan, Tanjungpinang, Selasa (1/1072019) sore. Dalam aksinya para jurnalis menyuarakan dihentikannya kekerasan terhadap jurnalis dan Aktivis. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Puluhan jurnalis Tanjungpinang-Bintan menggelar aksi solidaritas "Stop Kekerasan Terhadap Jurnalis dan Aktivis".

Aksi diikuti jurnalis tergabung dalam organisasi pers  Aliansi Jurnalis Indepeden (AJI), Ikatan Wartawan Online (IWO), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kota Tanjungpinang dan Bintan Kepulauan Riau digelar  di simpang empat, Jalan Pamedan Ahmad Yani, Tanjungpinang, Selasa (1/10/19) siang. 

Dalam aksinya, para jurnalis  menyampaikan sejumlah tuntutan  ditujukan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Tuntutan di antaranya meminta Kapolri menindak aparat yang melakukan kekerasan terhadap jurnalis saat melakukan peliputan aksi demonstrasi yang terjadi pada 24-25 September 2019 di berbagai daerah.

"Kami juga mendesak Kapolri mencabut status tersangka Dhandy Dwi Laksono (pengurus AJI Indonesia), karena hal itu bertentangan dengan prinsip kebebasan berpendapat dan kebebasan berekspresi," kata Ketua AJI Tanjungpinang, Jailani.

Selain itu, tuntutan juga disampaikan terkait kasus penghalangan kerja jurnalis di Pengadilan Negeri Tanjungpinang yang sudah tiga tahun belakangan ini masih mandek di Polda Kepulauan Riau.

"Kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas di meja persidangan," tegasnya.

Selain itu, dalam aksi ini jurnalis yang menjadi peserta aksi meminta Presiden dan DPR RI untuk melakukan reformasi Polri, karena banyak kasus yang terjadi terhadap jurnalis disebabkan oleh aparat.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari personel Polres Tanjungpinang, termasuk Kapolres Tanjungpinang AKBP H Muhammad Iqbal yang turut hadir di lokasi aksi. 

Para jurnalis tampak menyampaikan aspirasinya secara aman, damai dan tertib sambil memegang berbagai atribut bertuliskan penolakan terhadap kekerasan jurnalis maupun aktivis. (Andri




Berita Terkait
Lihat Semua