Surat Tulis Tangan Tolak Revisi UU KPK untuk Presiden RI
21 September 2019
Surat tulis tangan ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo digalang Koalisi Masyarakat Kepri Anti Korupsi, Sabtu (21/9/2019), meminta Presiden membatalkan pengesahan revisi UU KPK. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Koalisi Masyarakat Kepri Anti Korupsi Provinsi Kepulauan Riau melakukan aksi menulis surat tulisan tangan ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo untuk membatalkan penerapan Undang-Undang KPK yang telah direvisi.

Aksi dilaksanakan dalam kegiatan Panggung Aksi Dukung KPK di Kedai Kopi W&W Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sabtu (21/9).

Koordinator Koalisi Masyarakat Kepri Anti Korupsi, Jailani menjelaskan, aksi menulis surat itu berlangsung spontan, dan berharap aksi ini dapat diikuti elemen masyarakat lain yang ada di Kepulauan Riau  

"Segala cara dilakukan supaya penerapan UU KPK yang sudah direvisi dibatalkan oleh Presiden," ujar Jailani yang juga Ketua Aliansi Jurnalis Indelenden (AJI) Kota Tanjungpinang. 

Jailani menilai revisi UU KPK merupakan suatu bentuk pelemahan KPK. Di dalam UU KPK yang baru terdapat sejumlah pasal yang berpotensi melemahkan KPK sekaligus mengancam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Di antaranya, dijadikannya pegawai KPK  sebagai ASN, penyelidikan maupun penyadapan yang dilakukan harus disetujui Dewan Pengawas, pembentukan Dewan Pengawas yang dipilih DPR, serta KPK tidak diperbolehkan memiliki penyidik independen.

"Ini tentunya upaya melemahkan KPK. Kami tidak ingin KPK menjadi Komisi Pencegahan Korupsi atau Komisi Pembiaran Korupsi," ungkapnya.

Panggung Aksi Dukung KPK digelar Koalisi Masyarakat Kepri Anti Korupsi ini dilaksanakan dua hari sejak Jumat (20/9/2019). Melibatkan Koalisi AJI Tanjungpinang, Kepri Coruption Watch (KCW), Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Persma Kreatif FISIP Umrah, Bentan Musik Commnunity, dan Persma Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdul Rahman (STAIN SAR).

Selain penggalangan surat untuk Presiden RI, aksi diisi  dengan diskusi tentang pelemahan KPK, pembacaan puisi, orasi, dan pagelaran musik. (Andri





Berita Terkait
Lihat Semua