Abu Bakar Langsung Ngacir Usai Diperiksa KPK
18 September 2019
Kepala Dinas PUPR Kepri, Abu Bakar meninggalkan Gedung C1 Komplek Kantor Gubernur Kepri di Pulau Dompak, Rabu (18/9/2019). Abu Bakar nampak menghindari wartawan yang mewancarainya terkait pemeriksaan tersebut. (Foto: Oma)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPR) Provinsi Kepulauan Riau, Abu Bakar langsung ngacir, enggan berkomentar terkait pemeriksaan dirinya oleh Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (18/9/2019).

Abu Bakar diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di gedung C1, Kantor BPKAD Kepri, Pulau Dompak sejak pukul 10.00 WIB - 15.30 WIB. Namun belum diketahui pasti terkait kasus apa pemeriksaan dilakukan.

"Sudah ya, saya lupa," demikian kata Abu kepada sejumlah wartawan yang melakukan peliputan penggeledahan sejak pagi. 

Saat itu Abu bergegas ke kantornya di Gedung C2. Dia terlihat menghindari kerumunan wartawan yang menunggu di depan Gedung C1.

Sementara itu, Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyerangkan pihaknya mengamankan sejumlah dokumen dari penggeledahan dilakukan di BPKAD dan  Bapelitbang Pemprov Kepri. 

Menurutnya, dokumen yang diamankan tersebut terkait anggaran di masing-masing dinas. 

Penggeledahan dilakukan menyangkut kasus suap dan gratifikasi Gubernur Kepri nonaktif, Nurdin Basirun.

Sebelumnya, Tim KPK telah melakukan penggeledahan di 4 lokasi, yakni Dinas PUPR, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, dan kediaman salah seorang Kepala OPD di Pemprov Kepri. (Oma




Berita Terkait
Lihat Semua