Mahasiswi di Tanjungpinang Dirudapaksa Pacar dan Bapak Angkat
16 September 2019
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali (tengah) menunjukkan barang bukti perbuatan rudapaksa dialami seorang mahasiswi di Tanjungpinang, Senin (16/9/2019). Nampak sang ayah angkat dan pacar korban (bersebo). (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Butuh kekuatan bagi korban, katakanlah Kuntum (17), untuk melaporkan ayah angkatnya DH (49) ke polisi.

Dua minggu mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Tanjungpinang ini sengaja memendam kebejatan sang ayah angkat. 

20 Agustus 2019 malam, Kuntum yang sedang tidur dikejutkan dengan sepasang tangan yang menggerayangi tubuhnya, membuka sedikit demi sedikit pakaian yang dia kenakan. 

Bukan kepalang terkejutnya Kuntum melihat lelaki yang dihadapannya adalah DH. Wajah lelaki yang menjadi pengasuhnya sejak usia 5 tahun itu penuh nafsu. 

Kuntum coba melawan. Tapi upayanya sia-sia. Dia tak dapat melawan ancaman DH hingga ia akhirnya pasrah. 

Malam itu, dua kali Kuntum dirudapaksa. 

Dua minggu lebih Kuntum memendam kejadian itu rapat-rapat. Sampai akhirnya, dia membuatkan tekad melaporkannya ke Mapolres Tanjungpinang pada 10 September 2019.

"Dari laporan itu Tim Opsnal langsung memburu dan menangkap pelaku," ungkap Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali, Senin (16/9/2019).

Dalam kasus ini, terang Ali, pihaknya juga mengamankan YZ (18). Dia adalah kekasih Kuntum yang diketahui juga telah memaksa Kuntum melayani nafsu bejatnya. Rudapaksa itu terjadi di tempat tinggal Kuntum. 

Menurut Ali, kedua pelaku terancam kurungan 5 hingga 15 tahun penjara. Dh dan YZ dijerat dengan pasal 81 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

YZ dan DH kini mendekam di sel tahanan Mapolres Tanjungpinang. (Andri





Berita Terkait
Lihat Semua