Polisi Tertapkan 2 Tersangka dari Kasus Prostitusi Online di Karimun
09 September 2019
Dua pelaku prostitusi online yang ditetapkan Polda Kepri sebagai tersangka. (Foto: Adi)
INILAHKEPRI, BATAM - Subdit V PPA Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri menetapkan 2 tersangka kasus prostitusi online di Karimun.

2 pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni Awi (40) asal Batam dan Fahlen (19) asal Bandung.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengatakan, keduanya bekerja sama melakukan ekspolitasi dengan cara merekrut korban yang berjumlah 31 orang perempuan melalui jejaring sosial.

Dalam kasus ini, Fahllen berperan sebagai perekrut, sementara Awi sebagai pemilik tempat prostitusi

“Jejaring sosial itu berupa aplikasi seperti BeeTalk, Line, Wechat, Michat, Facebook dan lainnya,” kata Erlangga memberikan keterangan pers di Kapolda Kepri, Senin (9/9/2019).

Dalam menjalankan bisnisnya, pelaku membagikan info lowongan kerja dan mencantumkan nomor telepon. Pelaku juga meyakinkan korban dengan diiming-imingi gaji yang besar sehingga bisa membeli rumah dan mobil dengan pekerjaan yang tidak begitu berat. 

"Pekerjaan yang ditawarkan yakni trafis dan pemandu lagu, namun kenyatannya malah dijadikan sebagai pekerja seks komersial (PSK)," ungkapnya.

Tersangka Fahlen sudah bekerja sama dengan Awi sejak tahun 2015, bahkan dari hasil rekrutan Fahlen mendapatkan upah mulai dari Rp 800.000 hingga Rp 2 juta. 

"Itu tergantung wanita yang didapat Fahlen, semakin mudah dan cantik maka Fahlen dibarikan upah bisa mencapai Rp2 juta, kalau sudah umur di atas 25 tahun hanya kisaran Rp800 ribu," jelasnya.

Wadir Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Ari Darmanto mengatakan, keduanya dijerat dengan pasal Tindak Pudana Perdagangan Orang (TPPO). 

Selain itu, tidak menutup kemungkinan juga akan dijerat kasus UU ITE, karena perekrutannya dan penjualan cewek-cewek tersebut melalui jejaringan sosial. 

Untuk saat ini, lanjut Ari, kedua tersangka dijerat pasal berlapis yakni Pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 55 KUHP, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda sebanyak Rp 600 juta. (Adi)




Berita Terkait
Lihat Semua