Tiga Anggota DPRD Kepri Tetap Dilantik Meski Berstatus Tersangka
09 September 2019
Kiri ke kanan : Bobby Jayanto, Ilyas Sabli dan Hadi Chandra. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Meski berstatus tersangka, tiga dari 45 Anggota DPRD Kepri yang dilantik Senin (9/9/2019) berstatus tersangka. 

Ketiganya Bobby Jayanto, Ilyas Sabli dan Hadi Chandra.

Bobby Jayanto dari Partai Nasdem merupakan tersangka atas kasus dugaan diskriminasi ras dan etnis yang saat ini masih disidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang. 

Sedangkan Ilyas Sabli dari Partai Nasdem dan Hadi Chandra dari Partai Golkar merupakan tersangka kasus korupsi tunjangan perumahaan Anggota DPRD Natuna pada 2017 yang kini ditangani Kejati Kepri. 

Ditemui usai dilantik, Ilyas Sabli yang mantan Bupati Natuna ini mengaku menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada Kejati Kepri. 

"Kalau lah nanti di-PAW (Pergantian Antar Waktu), saya siap saja," ujarnya kepada wartawan. 

Yang jelas saat ini Ilyas menyebut dirinya senang menjabat sebagai anggota DPRD. Dia mengatakan siap menampung aspirasi masyarakat selama dia menjabat. 

Hal serupa juga diutarakan Bobby Jayanto. Ketua DPD Nasdem Tanjungpinang ini menyebut menyerahkan permasalahan hukum yang dia hadapi ke penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang. 

"Soal itu (tersangka) tanya langsung ke polisi. Intinya, setelah dilantik saya akan berusaha menepati janji-janji selama kampanye kemarin,” kata Bobby. 

Sudah Layangkan Surat ke Kejati

Terpisah, Komisioner KPU Kepri, Widiyono Agung Sulistiyo mengaku pihaknya sudah melayangkang surat pemberitahuan ke Kejati Kepri terkait Ilyas Sabli dan Hadi Chandra yang tersandung kasus korupsi. 

Surat itu, dia katakan diharapkan menjadi data pendukung yang akan diajukan Kejati Kepri ke Kemedagri dan KPU Pusat. 

“Tapi sampai dua caleg yang dimaksud dilantik, kami tak menerima surat balasan dari Kejari Kepri,” katanya. 

Sedangkan untuk kasus menjerat Bobby Jayanto, Chandra menjelaskan tidak diatur dalam peraturan KPU disebabkan masuk ke dalam tanah pidana umum. 

Kalau pun jika Bobby diutus bersalah, pergantiannya sebagai legislator dikatakan Agung menjadi keputusan pertai. (Andri




Berita Terkait
Lihat Semua