Perkebunan dan Bangunan Liar di Waduk Duriangkang Diratakan
06 September 2019
Personel Satgas Pengamanan dan Penertiban DTA BP Batam merobohkan bangunan di perkebunan liar yang ada di dalam kawasan Waduk Duriangkang, Batam, Kamis (5/9/2019). Penertiban waduk dilakukan guna menjaga kualitas sumber air yang ada di Waduk tersebut. (Foto: IST/Humas BP Batam)

INILAHKEPRI, BATAM - Sebagai bentuk menjaga kualitas air sekaligus memberantas aksi ilegal di lahan hutan lindung kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Duriangkang, Tim Satgas Pengamanan dan Penertiban DTA BP Batam kembali menertibkan lahan perkebunan yang diduga milik masyarakat di kawasan tersebut.

Tim terdiri dari ratusan personel gabungan dari Ditpam BP Batam, Kantor Air dan Limbah dan Biro Hukum dan Organisasi di BP Batam ini meratakan sejumlah tanaman kebun yang ada di lahan seluas 4 hektar di kawasan itu. 

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak lagi melakukan aktivitas ilegal di kawasan DTA Waduk Duriangkang, sehingga kualitas air waduk bagi kebutuhan masyarakat di Kota Batam bisa terjaga dengan baik.

Kepala Seksi Pengamanan Bangunan dan Aset BP Batam, Muhammad Salim
mengatakan apa yang dilakukan tim gabungan ini terbilang disengaja guna membebaskan kawasan DTA dari aktivitas ilegal.

“Kami melihat perkembangan di DTA Duriangkang, meski sudah kita tertibkan beberapa waktu lalu. Namun ternyata masih ditemukan kegiatan-kegiatan yang bersifat ilegal. Bahkan kategorinya sudah terbilang memuncak atau banyak,” jelasnya.

Sehingga apa yang dilakukan satgas gabungan ini dahulu, tambahnya, imbauan melalui peringatan dan sebagainya, kiranya tidak berkesan untuk mereka.

"Oleh karena itu, kita kembali melakukan penertiban di kawasan DTA ini lagi. Sehingga Waduk Duriangkang dapat digunakan dengan baik,” tambahnya.

Ia juga menargetkan pada 2020 mendatang, kawasan DTA Waduk Duriangkang ini bisa bebas dari aktivitas ilegal. Sehingga kualitas air yang ada, bisa semakin maksimal.

“Kami juga akan melakukann tindakan hukum apabila ada aksi-aksi yang dianggap dilarang namun masih tetap juga dilakukan,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Sumardi, Kepala Seksi Pemeliharaan dan Pengamanan Area Tangkapan Air. Dia menegaskan pebertiban sangat diperlukan untuk mengurangi tindakan Ilegal, sekaligus menjaga kualitas air.

“Aktivitas Ilegal ini, akan mengganggu kualitas air nantinya. Oleh karena itum apa yang kita lakukan saat ini sekaligus bentuk himbauan dan peringatan bagi mereka yang masih membandel melakukan aktivitas disini,” terangnya. (Adi/Rls) 




Berita Terkait
Lihat Semua