252 Personel Brimob Polda Kepri Diberangkatkan ke Papua
31 Agustus 2019
Waka Polda Kepri Brigjen Yan Fitri Halimansyah menyalami personel Sat Brimob Polda Kepri saat apel pelepasan personel yang menjalani tugas BKO ke Polda Paua di Bandara Hang Nadim, Batam, Jumat (30/8/2019). Sebanyak 252 personel Brimob Polda Kepri dilibatkan dalam rangka pengamanan unjuk rasa serta menjaga situasi dan kondisi Kamtibmas di Provinsi Papua dan Papua Barat. (Foto: IST/Humas Polda Kepri)
INILAHKEPRI, BATAM - Sebanyak 252 personel Satuan Brimob Polda Kepulauan Riau diberangkatkan, menjalankan tugas Bantuan Kendali Operasi (BKO) di Polda Papua, dalam rangka pengamanan unjuk rasa serta menjaga situasi dan kondisi Kamtibmas di Provinsi Papua dan Papua Barat. 

Pelepasan 252 personel Sat Brimob Polda Kepri dipimpin Dansat Brimob Polda Kepri Kombes Pol Guruh Arif Darmawan itu dilaksanakan dalam sebuah apel dipimpin Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs Yan Fitri Halimansyah di Bandara Hang Nadim, Jumat (30/8/2019) sekitar pukul 23.30 WIB, untuk kemudian diberangkatkan menggunakan pesawat Lion Air sekitar pukul 01.00 WIB tadi malam. 

Pelepasan dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Kepri serta keluarga personel yang diberangkatkan. 

Dalam siaran pers disampaikan Humas Polda Kepri, Jumat, pemberangkatan 252 personel Sat Brimob Polda Kepri ini didasarkan Surat Perintah Kapolri. 

“Mari bersama kita doakan semoga personel yang berangkat dalam keadaan sehat dan kembali lagi Ke Kepri dalam keadaan sehat dan lengkap. Begitu juga dengan saudara-saudara kita di Papua dapat membantu menjaga situasi tetap kondusif, " ujar Yan Fitri saat apel pelepasan. 

Personel yang dibawa pada BKO Polda Papua adalah perlengkapan perorangan yaitu perlengkapan PHH yang sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP). 

Di Papua personel Sat Brimob Polda Kepri tergabung dalam Brimob Nusantara, menciptakan situasi yang aman dan kondusif dan juga melakukan perbaikan Infrastruktur dan fasilitas umum yang rusak, operasi Kemanusian, operasi sosial dan kesehatan Masyarakat.

Presiden Joko Widodo mengeluarkan instruksi, memerintahkan langsung untuk memulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan Papua Barat serta menindak tegas bagi para pelaku perusakan dan provokasi yang mengakibatkan suasana menjadi tidak kondusif. 

Termasuk juga dengan perbaikan terhadap kerusakan sejumlah fasilitas umum pasca aksi unjuk rasa, dengan harapan aktivitas perekonomian, pendidikan dan pelayanan publik dapat kembali berjalan. (Andri




Berita Terkait
Lihat Semua