Soal Kasus Menjerat Bobby Jayanto, Kejari Masih Menunggu Hasil Penyidikan Polisi
28 Agustus 2019
Kasi Intel Kejari Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Menanggapi wacana penghentian perkara kasus dugaan diskriminasi ras dan etnis dengan tersangka Bobby Jayanto di tingkat kepolidian, Kejaksaan Negeri Tanjungpinang kini menunggu berkas perkara hasil penyidikan. 

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah mengatakan, berdasarkan aturan formal yang berlaku, penyidik kepolisian memiliki waktu selama 1 bulan (30 hari) untuk menyelesaikan hasil penyelidikan sejak dikeluarkannya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) 22 Agustus 2019 lalu. 

"Artinya kami, Kejaksaan, masih menunggu penyidikan oleh Polres Tanjungpinang," ujar Rizky, Selasa (27/8/2019).

Dia menegaskan jika kewenangan saat ini masih di tangan penyidik Polres Tanjungpinang. 

"Mari kita tunggu sama-sama hasilnya. Seandainya ada penghentian, pasti dikirimkan berkas penghentian dan alasan dihentikan," ungkapnya lagi. 

Dan jika dalam tenggat waktu penyidikan penyidik Polres Tanjungpinang belum juga menyerahkan berkas perkara tahap II, lanjut Rizky,  maka berdasarkan aturan formal Kejari akan kembalikan SPDP kasus tersebut. 

"Dan kami akan menanyakan hasil penyelidikan seperti apa. Apakah maksimal atau dihentikan," jelasnya lagi. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dalam SPDP nomor B/080/RES.1.24/VIII/2019 tertanggal 22 Agustus 2019, Bobby Jayanto dijerat  pasal 4 ayat 1 ke 2 junto pasal 16 Undang undang (UU) nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara dan atau denda Rp500 juta.  

Sebagaimana diketahui, Bobby Jayanto yang merupakan Caleg terpilih dan Ketua DPD Partai Nasdem Tanjungpinang ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang melakukan serangkaian penyidikan dan gelar perkara. 

Bobby  diduga mengucapkan kata-kata bernada rasis dalam pidatonya pada acara sembahyang keselamatan laut di Pelantar II Tanjungpinang, (8/6/2019) yang kemudian berbuntut dibuatnya tindakan pelaporan oleh sejumlah LSM dan kelompok masyarakat di Tanjungpinang. 

Namun, sebagaimana disampaikan Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali, ada wacana penghentian perkara. Munculnya wacana itu disampaikan Efendri Ali pada Sabtu (24/8/2019), setelah adanya pertemuan antara Bobby Jayanto dengan sejumlah pihak sebagai pelapor, LAM Tanjungpinang, dan sejumlah tokoh masyarakat. Pertemuan di Mapolres Tanjungpinang itu juga dihadiri Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah dan Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi.

Menurut Efendri Ali, wacana penghentian perkara di tingkat kepolisian ini salah satunya dengan alasan untuk menghindari Kegaduhan serta adanya kesepakatan pihak pelapor. Namun Ali menegaskan rencana penghentian baru sebatas wacana karena harus mempertimbangkan berbagai aspek. 

Kendati telah mewacanakan menghentikan perkara, penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang melakukan pemanggilan dan memintai keterangan Bobby Jayanto. 

Bobby diperiksa selama 4 jam pada Senin (26/8/2019). (Andri




Berita Terkait
Lihat Semua